Petugas mengevakuasi korban kecelakaan bus di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)
Petugas mengevakuasi korban kecelakaan bus di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

Dua Korban Bus Masuk Jurang di Sumedang Masih Dirawat Intensif

Nasional kecelakaan lalu lintas kecelakaan bus kecelakaan maut tol palikanci
Antara • 14 Maret 2021 13:33
Bandung: Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumedang menyatakan dua korban kecelakaan bus Sri Padma Kencana yang masuk jurang di Jalur Alternatif Malangbong-Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, masih menjalani perawatan intensif. Keduanya kini di rawat di ruang Intens Care Unit (ICU).
 
"Masih dalam pengawasan ketat, kemarin sore sempat ada penurunan, mudah-mudahan hari ini berangsur membaik," kata Humas RSUD Sumedang Dahlan, Minggu, 14 Maret 2021.
 
Dia mengungkap,  kedua orang tersebut kondisi kesehatannya masih kurang stabil sehingga memerlukan pengawasan ketat. Sejauh ini masih ada enam orang yang menjalani perawatan khusus.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: 15 Korban Kecelakaan Bus di Sumedang Masih Dirawat
 
Selain dua orang yang dirawat di ICU, ada empat orang korban lainnya yang dirawat di ruang High Care Unit (HCU). Pasalnya kondisi empat orang itu relatif membaik.
 
"Yang dirawat di HCU itu semuanya sudah sadar, hanya saja mereka masih memerlukan perawatan," terangnya.
 
Adapun jumlah korban yang masih dirawat di RSUD Sumedang sebanyak 14 orang. Dengan rincian dua orang dirawat di ruang ICU, empat orang dirawat di ruang HCU, dan delapan orang lainnya dirawat di ruang perawatan biasa.
 
Baca: Kecelakaan Maut di Sumedang Diduga Faktor Human Error
 
Dahlan mengatakan delapan orang yang dirawat di ruang perawatan biasa itu kondisinya semakin membaik. Dia menerangkan, dalam waktu dekat para korban tersebut sudah bisa pulang ke rumahnya dalam kondisi sehat.
 
"Semuanya dalam kondisi yang stabil, mudah-mudahan Senin, 15 Maret 2021, sudah bisa pulang," imbuhnya.
 
Dia mengatakan, seluruh biaya perawatan korban kecelakaan ditanggung oleh Jasa Raharja. Namun apabila biaya tanggungan tidak mencukupi karena memerlukan perawatan khusus, Pemerintah Kabupaten Subang sudah bersedia untuk menanggung biaya tambahan.
 
"Waktu hari pertama setelah kecelakaan, Pemkab Subang telah menghubungi kami, mereka mengatakan kalau para korban akan menggunakan dana dari Pemda," jelasnya.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif