Surabaya: Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya, Jawa Timur, menyatakan klaster penyebaran kasus virus korona terbanyak di Kota Pahlawan, berasal dari luar kota.
Koordinator Protokol Kesehatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Febria Rachmanita, mengatakan, tingginya kasus virus korona di wilayahnya karena banyak penularan yang terjadi dari luar daerah.
"Kalau melihat klaster, banyak penularan-penularan dari luar kota, kemudian banyak yang dari luar negeri," kata Febria Rachmanita, Sabtu, 18 April 2020
Menurut Febria, selama ini banyak warga dari luar daerah datang ke Kota Surabaya melalui bandara, terminal, pelabuhan, dan stasiun.
Baca juga: 125 Ribu Warga DIY Akan Dapat BLT
Untuk itu, Wali Kota Surabaya membuat surat edaran berupa imbauan kepada pengelola transportasi seperti bandara, terminal, pelabuhan, dan stasiun, agar menerapkan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah daerah.
Febria juga mengimbau para penumpang baik di pesawat, kapal, kereta api, maupun bus untuk bisa juga mengikuti anjuran menjaga kebersihan badan. Upaya ini semata-mata untuk melindungi satu sama lain dari penyebaran covid-19.
"Virus yang menempel di bagian luar tubuh seperti pakaian atau rambut, bisa hilang jika terkena sabun atau sampo," ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini juga meminta warga Surabaya yang berstatus sebagai orang dalam pemantauan (ODP), pasien dengan pengawasan (PDP), orang tanpa gejala (OTG) maupun terkonfirmasi positif covid-19, untuk tidak takut membawa diri dan berobat di rumah sakit.
Baca juga: Ganjar Dorong Semarang Terapkan PSBB
"Jika masyarakat tidak melakukan perawatan di rumah sakit, virus itu berpotensi menular kepada keluarga yang tinggal satu rumah," katanya.
Melansir laman lawancovid-19.surabaya.go.id, jumlah warga yang terkonfirmasi positif covid-19 di Surabaya sempat mengalami lonjakan dari sebelumnya, yakni pada Sabtu, 11 April 2020 hanya 97 orang menjadi 180 orang pada Ahad 12 April 2020.
Sedangkan pada Senin, 13 April 2020 mengalami kenaikan 28 orang, Selasa, 14 April 2020, naik menjadi 20 orang, Rabu 15 April bertambah 16 orang, dan pada Kamis, 16 April serta Jumat, 17 April 2020 masing-masing bertambah dua dan empat orang.
"Sehingga total saat ini menjadi 250 orang," jelasnya.
Surabaya: Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya, Jawa Timur, menyatakan klaster penyebaran kasus virus korona terbanyak di Kota Pahlawan, berasal dari luar kota.
Koordinator Protokol Kesehatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Febria Rachmanita, mengatakan, tingginya kasus virus korona di wilayahnya karena banyak penularan yang terjadi dari luar daerah.
"Kalau melihat klaster, banyak penularan-penularan dari luar kota, kemudian banyak yang dari luar negeri," kata Febria Rachmanita, Sabtu, 18 April 2020
Menurut Febria, selama ini banyak warga dari luar daerah datang ke Kota Surabaya melalui bandara, terminal, pelabuhan, dan stasiun.
Baca juga:
125 Ribu Warga DIY Akan Dapat BLT
Untuk itu, Wali Kota Surabaya membuat surat edaran berupa imbauan kepada pengelola transportasi seperti bandara, terminal, pelabuhan, dan stasiun, agar menerapkan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah daerah.
Febria juga mengimbau para penumpang baik di pesawat, kapal, kereta api, maupun bus untuk bisa juga mengikuti anjuran menjaga kebersihan badan. Upaya ini semata-mata untuk melindungi satu sama lain dari penyebaran covid-19.
"Virus yang menempel di bagian luar tubuh seperti pakaian atau rambut, bisa hilang jika terkena sabun atau sampo," ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini juga meminta warga Surabaya yang berstatus sebagai orang dalam pemantauan (ODP), pasien dengan pengawasan (PDP), orang tanpa gejala (OTG) maupun terkonfirmasi positif covid-19, untuk tidak takut membawa diri dan berobat di rumah sakit.
Baca juga:
Ganjar Dorong Semarang Terapkan PSBB
"Jika masyarakat tidak melakukan perawatan di rumah sakit, virus itu berpotensi menular kepada keluarga yang tinggal satu rumah," katanya.
Melansir laman lawancovid-19.surabaya.go.id, jumlah warga yang terkonfirmasi positif covid-19 di Surabaya sempat mengalami lonjakan dari sebelumnya, yakni pada Sabtu, 11 April 2020 hanya 97 orang menjadi 180 orang pada Ahad 12 April 2020.
Sedangkan pada Senin, 13 April 2020 mengalami kenaikan 28 orang, Selasa, 14 April 2020, naik menjadi 20 orang, Rabu 15 April bertambah 16 orang, dan pada Kamis, 16 April serta Jumat, 17 April 2020 masing-masing bertambah dua dan empat orang.
"Sehingga total saat ini menjadi 250 orang," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MEL)