ilustrasi/Medcom.id
ilustrasi/Medcom.id

Populer Daerah: Mahasiswa yang Dibakar Berpotensi jadi Tersangka Hingga Rekayasa Arus Mudik

Nasional gunung merapi Mudik Lebaran Penganiayaan bencana alam Erupsi Gunung Yogyakarta Ganjar Pranowo Berita Terpopuler Daerah Mahasiswa Berita Populer Berita Populer Daerah Info Mudik Mudik 2022
Medcom • 27 April 2022 07:47
Yogyakarta: Kepolisian di Yogyakarta mendalami kasus kekerasan berujung pembakaran mahasiswa perguruan tinggi swasta (PTS). Polisi menyebut terjadi kekerasan lain sebelum pembakaran mahasiswa inisial DT yang juga terjadi pada 23 Maret 2022.
 
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda DIY, Komisaris Besar Ade Ary Syam Indradi menjelaskan kasus penganiayaan DT merupakan rangkaian dari kasus lain. Ia mengatakan pelaku yang telah ditangkap, J dan AN bersama DT diduga melakukan kekerasan di lokasi lain. 
 
"Sebelum peristiwa penganiayaan DT, mereka ini sempat melakukan kekerasan di wilayah Giwangan (Kota Yogyakarta)," kata Indradi di Polresta Yogyakarta, Selasa, 26 April 2022. 
 
Indradi mengatakan ada empat orang yang diduga melakukan tindak penganiayaan terhadap korban berinisial A. Mereka yakni J, Z, DT dan teman DT yang belum diketahui identitasnya. Sementara, DT diketahui setelahnya dianiaya dan dibakar J. 
 
"Dua pelaku (penganiaya DT) diduga terlibat di TKP sama (menganiaya korban A) di Giwangan," ujarnya. 
 
Baca juga: Sebelum Dibakar, Mahasiswa di Yogyakarta Sempat Dicekik
 
Ia menyebut kasus penganiayaan yang terjadi Giwangan itu terjadi siang harinya atau sebelum DT dibakar J. Polisi belum mengetahui motif penganiayaan yang terjadi di kediaman A itu.
 
"Akibat penganiayaan itu A luka bacok dan luka akibat dipukul," ucapnya. 
 
Sebelum melakukan serangkaian tindak kekerasan itu, para terduga pelaku sempat mengonsumsi minuman keras satu botol. Setelah mengonsumsi minuman keras itu kemudian terjadi dua kali tindak kekerasan. 
 
Sementara, Kepala Bidang Humas Polda DIY, Komisaris Besar Yuliyanto memberikan kabar kemungkinan DT yang masih dirawat di RSUP Dr Sardjito berpotensi jadi tersangka. Namun, hal itu tergantung dari hasil pendalaman kasus kekerasan di Giwangan. 
 
"(Soal kemungkinan DT jadi tersangka) ini masih didalami. Berdasarkan keterangan saksi ada dugaan keterlibatan DT (dalam kasus kekerasan) di rumah A," ucapnya.
 
Artikel terkait keterlibatan DT dalam kasus penganiayaan menjadi artikel yang paling banyak dibaca di Kanal Daerah Medcom.id. Berita lain yang juga menarik pembaca terkait pembentukan desa tangguh bencana di Jawa Tengah. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menyebut desa tangguh bencana yang ideal harus ada kearifan lokal dan dikolaborasikan dengan data sains. Selain dua hal itu, latihan atau simulasi kebencanaan juga harus dilakukan untuk menguatkan respons masyarakat apabila terjadi bencana.
 
"Kalau kita mau buat desa tangguh bencana harus ada kearifan lokalnya. Maka banyak masyarakat di sekitar areal yang rawan bencana itu sebenarnya mereka sangat paham. Tinggal data sains ini kita gabungkan, kolaborasi sehingga mereka bisa berjalan," kata Ganjar di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Selasa, 26 April 2022.
 
Baca: Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 2 Km Hari Ini
 
Ganjar menjelaskan kearifan lokal masyarakat memiliki kekuatan dalam membaca tanda-tanda bencana dan mengetahui apa yang harus dilakukan. Kearifan lokal itu berupa sistem tanda peringatan yang disampaikan dengan cara yang beragam, misal bunyi kentongan.
 
Ganjar mencontohkan di sekitar lereng Gunung Merapi masyarakat telah hidup ratusan tahun dengan potensi ancaman erupsi yang datang sewaktu-waktu. Namun mereka memiliki cara sendiri untuk mengetahui bencana akan terjadi.
 
"Saya sampaikan terima kasih karena hari ini komplit seluruh pejabat datang untuk melihat kesiapsiagaan kita dan momentum yang besar adalah Merapi. Ini menjadi penting karena banyak wilayah yang melingkupi dan aktivitasnya cukup tinggi. Tidak hanya itu, kita juga musti betul-betul tahan, betul-betul siaga, dan dari Balerante di Klaten ini kita diminta untuk siap siaga bencana secara keseluruhan," jelas Ganjar.
 
Selain itu kata Ganjar soal data sains juga dibutuhkan untuk pengambilan keputusan. Data sains ini harus diinformasikan secara terus-menerus sehingga masyarakat dapat siaga dan cepat merespons seandainya terjadi bencana.
 
"Info BMKG menjadi penting untuk harian sebagai data sains untuk kita ambil keputusan. Tapi sisi lain tadi kepala BNPB juga sudah memerintahkan kita, masyarakatnya latihan. Latihan ini yang melatih respons kita terhadap bencana bisa cepat," ungkap Ganjar.
 
Baca berita selengkapnya di sini
 
Berita selanjutnya yang banyak dibaca terkait rekayasa lalu lintas di Tol Cikampek.
 
Rekayasa lalu lintas one way atau satu arah di Jalan Tol Jakarta-Cikampek direncanakan digelar selama 7 jam pada H-4 lebaran 2022. Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo, mengatakan puncak arus mudik diprediksi akan terjadi pada H-4 dengan mengacu pada pelaksanaan mudik tahun 2019.
 
"Ini sebagai persiapan, karena kita bandingkan di tahun 2019 itu memang biasanya dimulai dari H-4 dan apabila kita lihat dari hasil survei bahwa yang akan pulang ini memang angkanya cukup besar untuk rekan-rekan juga semua sudah tahu," kata Sigit saat meninjau Rest Area KM 57 Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Selasa, 26 April 2022.
 
Baca: Mudik Lagi Lebaran di Jalan, Sopir Bus: Alhamdulillah Demi Keluarga
 
Dia mengatakan untuk mengantisipasi hal tersebut pihaknya bersama dengan pihak-pihak terkait telah mempersiapkan sejumlah langkah antisipasi. Di antaranya yakni dengan memberlakukan rekayasa lalu lintas ganjil-genap hingga contra flow ketika terjadi kepadatan lalu lintas.
 
"Sampai dengan proses one way atau satu arah di H-4 yang akan dilaksanakan recana mulai dari jam 17.00 sore sampai jam 24.00 malam untuk yang ke arah timur," jelasnya.
 
Menurut Listyo pelaksanaan itu akan disesuaikan dengan rekayasa yang nanti bisa mendukung kegiatan tersebut. "Karena memang ini diharapkan dapat membantu mempercepat proses agar arus tersebut betul-betul bisa berlangsung dengan baik," ungkapnya.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif