Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Dokumentasi/ istimewa
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Dokumentasi/ istimewa

Ganjar Ingin Desa Tangguh Bencana Gabungkan Kearifan Lokal dengan Data Sains

Nasional bencana Mitigasi Bencana jawa tengah Ganjar Pranowo
Deny Irwanto • 26 April 2022 19:29
Klaten: Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menyebut desa tangguh bencana yang ideal harus ada kearifan lokal dan dikolaborasikan dengan data sains. Selain dua hal itu, latihan atau simulasi kebencanaan juga harus dilakukan untuk menguatkan respons masyarakat apabila terjadi bencana.
 
"Kalau kita mau buat desa tangguh bencana harus ada kearifan lokalnya. Maka banyak masyarakat di sekitar areal yang rawan bencana itu sebenarnya mereka sangat paham. Tinggal data sains ini kita gabungkan, kolaborasi sehingga mereka bisa berjalan," kata Ganjar di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Selasa, 26 April 2022.
 
Baca: Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 2 Km Hari Ini

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ganjar menjelaskan kearifan lokal masyarakat memiliki kekuatan dalam membaca tanda-tanda bencana dan mengetahui apa yang harus dilakukan. Kearifan lokal itu berupa sistem tanda peringatan yang disampaikan dengan cara yang beragam, misal bunyi kentongan.
 
Ganjar mencontohkan di sekitar lereng Gunung Merapi masyarakat telah hidup ratusan tahun dengan potensi ancaman erupsi yang datang sewaktu-waktu. Namun mereka memiliki cara sendiri untuk mengetahui bencana akan terjadi.
 
"Saya sampaikan terima kasih karena hari ini komplit seluruh pejabat datang untuk melihat kesiapsiagaan kita dan momentum yang besar adalah Merapi. Ini menjadi penting karena banyak wilayah yang melingkupi dan aktivitasnya cukup tinggi. Tidak hanya itu, kita juga musti betul-betul tahan, betul-betul siaga, dan dari Balerante di Klaten ini kita diminta untuk siap siaga bencana secara keseluruhan," jelas Ganjar.
 
Selain itu kata Ganjar soal data sains juga dibutuhkan untuk pengambilan keputusan. Data sains ini harus diinformasikan secara terus-menerus sehingga masyarakat dapat siaga dan cepat merespons seandainya terjadi bencana.
 
"Info BMKG menjadi penting untuk harian sebagai data sains untuk kita ambil keputusan. Tapi sisi lain tadi kepala BNPB juga sudah memerintahkan kita, masyarakatnya latihan. Latihan ini yang melatih respons kita terhadap bencana bisa cepat," ungkap Ganjar.
 
Ide lain yang menurut Ganjar brilian dalam membangun kesiapsiagaan bencana adalah praktik desa kembar tangguh bencana di Kabupaten Magelang. Program tersebut saat ini sedang coba direplikasi di tempat-tempat lain. Tujuannya agar masyarakat lebih mengetahui apa yang harus dilakukan jika terjadi bencana.
 
"Kalau terjadi suatu bencana kita tidak perlu repot lagi karena mereka sudah tahu harus lari ke mana, naik mobil siapa, ketemu di keluarga siapa, dan keluarga yang akan menerima itu akan lebih enak. Mungkin tidak perlu di tempat pengungsian, mungkin mereka bisa langsung berhubungan dengan masyarakat yang menjadi mitranya, kembarannya. Itu ide yang menurut saya brilian," ujar Ganjar.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif