Terduga pelaku pembakaran mahasiswa di Yogyakarta mengenakan baju tahanan. Medcom.id/ Ahmad Mustaqim
Terduga pelaku pembakaran mahasiswa di Yogyakarta mengenakan baju tahanan. Medcom.id/ Ahmad Mustaqim

Sebelum Dibakar, Mahasiswa di Yogyakarta Sempat Dicekik

Nasional Penganiayaan Kekerasan Fisik Yogyakarta
Ahmad Mustaqim • 26 April 2022 17:10
Yogyakarta: Kepolisian di Yogyakarta memastikan telah menangkap terduga pelaku pembakaran mahasiswa perguruan tinggi swasta. Terduga pelaku disebut sempat menganiaya korban berinisial DT.
 
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda DIY, Komisaris Besar Ade Ary Syam Indradi, mengatakan kasus yang terjadi pada 22 Maret 2022 bermula saat ketiga terduga pelaku yakni J, AN, dan NZH, mendatangi korban menanyakan soal knalpot yang akan dibeli.
 
"Pelaku ini mendatangi korban pukul 21.00 WIB. Mereka lalu ngobrol," kata Indradi di Mapolresta Yogyakarta, Selasa, 26 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Mahasiswa PTS di Yogyakarta Kritis Usai Dibakar Teman
 
Perbicangan berempat itu terjadi di kamar korban. Terduga pelaku J merasa tersinggung karena keputusan DT memberikan knalpot ke pembeli lain. Padahal, DT dan J disebut sudah menyepakati harga.
 
"Di dalam kamar ini terjadi perdebatan. Lalu terjadi penganiayaan," jelasnya.
 
Indradi mengatakan J dan DT menjadi pihak yang langsung terlibat perkelahian. J sempat mencekik DT sebelum direspon dengan tangkisan. DT yang jatuh lalu dadanya ditahan J.
 
"Setelah terjadi kekerasan, J melihat botol air mineral berisi bensin, disiram di bagian kiri (korban). Terus (kembali terjadi) perselisihan," ungkapnya.
 
Tak lama kemudian melihat sebuah korek di dalam kamar itu. Si J inilah yang menyalakan korek api dan berujung membakar korban.
 
"Setelah membakar korban, para pelaku kabur menggunakan kendaraan AN," ucapnya.
 
Indradi mengatakan kepolisian masih mendalami kasus yang membuat anggota tubuh korban terbakar sekitar 80 persen, termasuk tindak penganiayaan. Sampai saat ini, motif penganiayaan yang didapat polisi yakni pelaku J menginginkan knalpot R9. Di sisi lain, knalpot tersebut milik seseorang berinisial F.
 
Polisi menjerat terduga pelaku dengan pasal berlapis. Sejumlah pasal yang dipakai di antaranya Pasal 355 Ayat 1 KUHP tentang penganiayan berat yang direncanakan dengan ancaman pidana 12 tahun; subsider Pasal 354 Ayat 1 KUHP tentang penganiaan berat tidak direncanakan; Pasal 56; dan Pasal 170 KUHP tentang melakukan kekerasan bersama-sama di muka umum.
 
"Lalu ada Pasal 221 KUHP yang bunyinya barang siapa menyembunyikan pelaku kekerasan bisa dikenai pidana. Ini akan didalami," bebernya.
 
Sejauh ini terduga pelaku yang ditangkap yakni J, mahasiswa, dan AN sudah drop out (DO). Sementara, terduga pelaku NZH akan dihadirkan keluarganya dari Lampung.
 
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif