Kapolda Banten Pastikan Pembakaran Bendera HTI
Kapolda Banten Brigjen Teddy Minahasa menyerahkan piagam penghargaan kepada sejumlah Babinsa (Bintara TNI Pembina Desa) dan Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Kamtibmas) saat Apel Pengamanan Jelang Pemilu di Serang, Banten, Selasa (23/10/2018). ANTARA F
Serang: Kapolda Banten Brigjen Teddy Minahasa melakukan pertemuan dengan Kiai dan Ulama sepuh Banten di Kawasan Kesultanan Banten Lama pada Jumat, 26 Oktober 2018. Pertemuan tersebut untuk memastikan ke Kiai dan Ulama jika bendera yang dibakar di Garut, Jawa Barat pada Hari Santri Nasional (HSN) adalah bendera Hizbut Tahir Indonesia (HTI).

"Saya tegas bahwa yang dibakar di Garut itu bukan bendera tauhid. Itu bisa dipastikan dari pemeriksaan saksi, pelaku yang mengibarkan bahwa itu adalah bendera HTI," kata Teddy saat dikonfirmasi, Minggu, 28 Oktober 2018.

Baca: Pembawa Bendera HTI di Garut jadi Tersangka


Teddy menjelaskan, berdasarkan UU NO 16 tahun 2017, HTI adalah organisasi yang dilarang di Indonesia. Bukan hanya menurut kepolisian, ulama pun menurutnya menganggap bahwa HTI berbahaya bagi persatuan bangsa.

Teddy meminta masyarakat lebih menahan diri dalam menanggapi insiden pembakaran bendera HTI tersebut. Teddy melihat, ada sejumlah oknum yang sengaja menyulut umat dari peristiwa tersebut.

"Ada pihak-pihak yang menggulirkan bahwa yang dibakar adalah bendera tauhid, ini bahaya, ini bisa memicu kemarahan umat muslim bahkan sedunia. Dan faktanya adalah bendera HTI," tegas Teddy.

Baca: Aksi Bela Tauhid Dinilai Politis




(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id