Pembawa Bendera HTI di Garut jadi Tersangka

Muhammad Al Hasan 27 Oktober 2018 09:09 WIB
Pembakaran Bendera HTI
Pembawa Bendera HTI di Garut jadi Tersangka
Pembawa bendera HTI di Garut Uus Sukmana. Foto: Metro TV
Jakarta: Uus Sukmana, orang yang membawa bendera ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) ke acara Hari Santri Nasional (HSN) di Garut, Jawa Barat, ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jabar. Meski demikian Uus tidak ditahan polisi. 

"Uus naik jadi tersangka," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Pol Umar Surya Fana sebagaimana dilansir Antara, Jumat, 26 Oktober 2018.

Uus dijerat dengan Pasal 174 KUHP karena telah membuat kegaduhan dalam sebuah acara. Adapun Pasal 174 KUHP berbunyi, barang siapa dengan sengaja mengganggu rapat umum yang tidak terlarang, dengan mengadakan huru hara, atau membuat gaduh, dihukum penjara selama-lamanya tiga minggu atau denda sebanyak-banyaknya Rp900.


Sementara dua orang pembakar bendera masih berstatus sebagai saksi. Polisi menilai kedua pelaku pembakaran bendera bertindak atas dasar spontanitas dan tidak memiliki niat jahat sehingga tidak memenuhi unsur pidana.

Sebelumnya, pada Senin 22 Oktober, sebuah video viral di media sosial. Dalam video tersebut, menunjukan pembakaran bendera Hizbut Tahir Indonesia (HTI) yang berlafaz tauhid dibakar oleh sejumlah orang dalam acara Hari Santri Nasional di Alun-alun Limbangan, Garut.

Baca: Wapres Minta Umat Muslim Jaga Ukhuwah Islamiyah

Kasus ini diketahui bermula dari seorang warga Garut bernama Uus Sukmana yang menyelinap ke acara itu dengan membawa bendera yang ia klaim sebagai bendera HTI. Selanjutnya beberapa orang anggota Barisan Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser) langsung mengamankan Uus kemudian menyita serta membakar bendera tersebut.

Sementara dalam perkembangannya masyarakat menganggap bendera itu bertuliskan kalimat tauhid, bukan bendera HTI. Pada akhirnya memicu kemarahan masyarakat sehingga menimbulkan Aksi Bela Tauhid di sejumlah daerah di Tanah Air.



(DMR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id