NEWSTICKER
 Tim SAR kembali menemukan satu korban tambang longsor di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan,, Kabupaten Bolmong, Sulut, pada Senin sore, 4 Maret 2019. Istimewa
Tim SAR kembali menemukan satu korban tambang longsor di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan,, Kabupaten Bolmong, Sulut, pada Senin sore, 4 Maret 2019. Istimewa

Jasad Korban Longsor Tambang Bolmong Ditemukan

Nasional tambang runtuh tambang ilegal
Mulyadi Pontororing • 04 Maret 2019 20:06
Manado: Evakuasi korban tambang longsor di Desa Bakan, Kecatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, berlanjut Senin sore, 4 Maret 2019. Tim SAR gabungan berhasil membuka jalan masuk ke dalam gua yang tertutup longsor.
 
Humas Basarnas Manado Fery Arianto mengatakan tim kembali menemukan satu orang korban dalam keadaan meninggal pada evakuasi tadi sore. "Korban langsung dibawa menggunakan kantong mayat oleh tim di lapangan," kata Fery saat dikonfirmasi Medcom.id.
 
Selain seorang korban meninggal, tim SAR juga mulai menemukan potongan tubuh korban di tumpukan material batu di lokasi evakuasi. Hingga kini evakuasi masih terus berlangsung.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Korban yang dievakuasi dari lubang tambang tersebut kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Kotamobagu. Jenazah saat ini masih dalam proses identifikasi tim forensik.
 
Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow telah menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari. Evakuasi korban longsor tambang emas ilegal yang terjadi pada Selasa, 26 Februari 2019, akan terus diupayakan.
 
Baca: Tanda Korban Longsor Tambang Bolmong Belum Ditemukan
 
Evakuasi terkendala lantaran medan curam ditambah kondisi tanah yang labil. Pencarian korban juga harus mempertimbangkan keselamatan tim SAR. Penggunaan alat berat juga sempat terkendala lantaran material batu yang keras bahkan sempat mematahkan gigi eskavator yang digunakan tim.
 
Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho melalui siaran mengatakan alat berat digunakan untuk membuat jalan baru menuju titik longsor. Langkah ini untuk memudahkan proses evakuasi.
 
Berdasarkan laporan penambang yang selamat dan masyarakat sekitar, kata Sutopo, jumlah penambang yang berkerja di dalam lubang saat penambangan bervariasi.
 
"Ada yang mengatakan 30 orang, 50 orang, 60 orang, bahkan 100 orang karena saat itu banyak yang sedang menambang di lubang besar, sedang di lubang-lubang kecil tidak diketahui," kata Sutopo.
 
Baca: Akses Tambang Liar Longsor di Bolmong Berhasil Dibuka
 

(SUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif