NEWSTICKER
Direktur Operasi Basarnas Brigjen TNI Budi Purnama saat meninjua lokasi tambang longsor di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong, Sulut, Minggu, 3 Maret 2019. Medcom.id/Mulyadi Pontororing
Direktur Operasi Basarnas Brigjen TNI Budi Purnama saat meninjua lokasi tambang longsor di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong, Sulut, Minggu, 3 Maret 2019. Medcom.id/Mulyadi Pontororing

Tanda Korban Longsor Tambang Bolmong Belum Ditemukan

Nasional tambang runtuh tambang ilegal
Mulyadi Pontororing • 03 Maret 2019 14:39
Manado: Evakuasi korban tambang longsor di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara, kembali dilanjutkan setelah akses ke tambang berhasil dibuka pada Minggu, 3 Maret 2019. Namun, Tim SAR gabungan belum menemukan tanda-tanda korban.
 
Direktur Operasi Basarnas Brigjen TNI Budi Purnama mengatakan tim menggunakan alat deteksi untuk mengidentifikasi tanda-tanda kehidupan korban. Pihaknya tidak menemukan adanya tanda-tanda kehidupan di dalam lubang yang diduga masih menimbun puluhan korban itu.
 
"Jadi bukan lagi terperangkap. Kalau terperangkap, korban masih bisa terdeteksi dengan alat khusus tadi. Itulah kita berkesimpulan aman untuk melakukan pembukaan lubang akses," kata Budi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tim SAR gabungan sedang mempelajari seberapa dalam akases yang akan dibuka untuk menuju lokasi korban tersebut. Tim juga mengkaji dugaan korban yang berada di lorong-lorong tambang atau lubang dalam.
 
"Kalau sudah tidak ditemukan tanda-tanda di lorong-lorong kita sudah tidak akan melakukan pencarian di lubang-lubang tersebut karena tidak sesuai SOP dan tidak memberikan jaminan aman untuk petugas yang melaksanakan evakuasi korban," pungkasnya.
 
Baca: Korban Tewas Longsor Tambang Liar Bolmong Jadi 8 Orang
 
Pertambangan emas tanpa izin di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara, dilaporkan longsor pada Selasa, 26 Februari 2019, pukulsekitar pukul 23.30 WITA. Material longsor menimbun puluhan penambang yang tengah bekerja.
 
Tim SAR gabungan menghadapi sejumlah kendala dalam melakukan evakuasi. Salah satunya tertutupnya akses utama masuk ke dalan lubang tambang. Untuk mencapai titik longsor, petugas harus membuat jalan alternatif dengan membuat pintu masuk di sebelah pintu utama yang tertutup
 
Baca: Petugas Gabungan Masih Evakuasi Korban Tambang Longsor

 

(SUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif