NEWSTICKER
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Kabasarnas) Marsekal Madya TNI Bagus Puruhito, saat meninjau lokasi tambang longsor di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolaang Mongondow, Sulut, Sabtu, 2 Maret 2019. Medcom.id/ Mulyadi Pontororing.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Kabasarnas) Marsekal Madya TNI Bagus Puruhito, saat meninjau lokasi tambang longsor di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolaang Mongondow, Sulut, Sabtu, 2 Maret 2019. Medcom.id/ Mulyadi Pontororing.

Petugas Gabungan Masih Evakuasi Korban Tambang Longsor

Nasional tambang runtuh tambang ilegal
Mulyadi Pontororing • 02 Maret 2019 13:43
Manado: Upaya pencarian dan penyelamatan korban tambang longsor di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, sudah memasuki hari kelima, pada Sabtu, 2 Maret 2019.
 
Tim SAR gabungan masih berupaya mengevakuasi korban yang masih tertimbun reruntuhan tambang ilegal tersebut. Data pada Jumat, 1 Maret 2019, total korban yang sudah berhasil dievakuasi sebanyak 27 orang dan delapan di antaranya meninggal. Sementata pada Sabtu hingga siang ini belum ada laporan penemuan korban.
 
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Kabasarnas) Marsekal Madya TNI Bagus Puruhito mengatakan,evakuasi dilaksanakan dengan sangat hati-hati karena kondisi medan yang terjal dan rawan longsor susulan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kondisi medan sangat kritis, rawan, sempit dan rentan longsor, sehingga tim SAR pun yang mengevakuasi berisiko dengan keselamatan," kata Bagus di lokasi evakuasi, Sabtu, 2 Maret 2019.
 
Bagus menjelaskan, tim gabungan tidak memasang target berapa lama dalam upaya pencarian ini. "Yang pasti, fokus tim mencari korban sampai ketemu," jelas Bagus.
 
Bagus mengingatkan kepada tim SAR gabungan agar dalam melaksanakan proses evakuasi terhadap korban harus cepat namun hati-hati.
 
"Pesan saya hati-hati. Cepat dalam arti sesuai prosedur dan tidak membahayakan. Jangan melampaui kemampuan diri masing-masing," ungkap Bagus.
 
Bagus meminta, agar tim SAR memetakkan lokasi-lokasi yang rawan sehingga tidak mengancam keselamatan saat melaksanakan proses evakuasi.
 
"Petakkan lokasi yang berisiko tinggi. Dan terakhir, mohon diberikan pentunjuk dan kemudahan oleh Yang Maha Kuasa dalam pelaksanaan tugas kemanusiaan ini," pungkas Bagus.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif