Jombang: Sebanyak 61 santri dari berbagai Pondok Pesantren (ponpes) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, dinyatakan terkonfirmasi positif covid-19, Sabtu 26 September 2020.
Ke-61 santri yang dinyatakan terinfeksi virus korona, berasal dari kawasan Peterongan hingga ponpes kawasan Mojowarno. Seluruhnya kini masih menjalani karantina di Apartemen Mahasiswa (Aparma) Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu), Peterongan.
“Alhamdulillah sampai saat ini kondisi mereka sehat dan baik. Kami tidak bisa sebut dari ponpes mana, ini demi kenyamanan,” terang penanggung jawab ruang karantina santri Aparma Unipdu, Zulfikar As’ad alias Gus Ufik.
Baca juga: Klaster Covid-19 di Perkantoran Muncul di Sorong
Dikatakannya, para santri yang menjalani karantina saat ini terus dilakukan penanganan termasuk melakukan uji swab ulang dari tenaga medis. Dari 61 orang, rata-rata merupakan santri perempuan.
“Ada yang datang tujuh hari lalu, ada juga yang dua hari lalu. Karena rata-rata tidak mengalami gejala berat, jadi mereka kami beri motivasi agar cepat sembuh, termasuk motivasi psikologis,” katanya.
Tak hanya santri, sejumlah tenaga kesehatan juga diketahui harus menjalani karantina di Aparma Unipdu selama 14 hari ke depan. Tenaga kesehatan tersebut diketahui berasal dari salah satu Puskesmas.
“Ada perawat dan tenaga kesehatan dari puskesmas. Kemungkinan mereka terpapar saat menangani pasien covid-19,” ujar Gus Ufik.
Sementara itu, berdasarkan data di lapangan ada satu ponpes di Desa Gondek, Kecamatan Mojowarno, yang hingga kini harus dilakukan sterilisasi. Seluruh akses masuk ke pesantren itu, kini ditutup dan aktivitas belajar mengajar dihentikan sementara.
Baca juga: Dinkes Kota Pontianak Tutup Pelayanan Puskesmas Perum II
Camat Mojowarno Arief Hidayat menerangkan, ponpes yang aktivitasnya dibatasi yakni ponpes Tahfidzul Qur’an Darussalam. Pembatasan dilakukan setelah 21 santriwati dinyatakan terkonfirmasi positif covid-19.
“Dari hasil swab 21 orang semuanya perempuan. Tapi seluruh santri yang saat ini positif sudah dibawa ke tempat karantina di Aparma Unipdu,” ungkap Arief.
Meski demikian, ia mengaku tidak tahu dari mana para santri tersebut terpapar covid-19. Dari informasi yang ia dapat sebelum menulari puluhan santri, ada sekitar enam santri yang mengaku melakukan pemeriksaan ke Puskesmas Mojowarno dengan keluhan sakit di bagian hidung.
“Saya tidak tahu dari mana. Tapi informasinya ada yang mengalami gangguan penciuman, seperti tidak bisa membau. Dinas kemudian melakukan tracking dan pengambilan uji swab pada yang lain yang pernah kontak dan diketahui hasilnya positif,” beber dia.
Tak hanya santri, sejumlah tenaga kesehatan juga diketahui harus menjalani karantina di Aparma Unipdu selama 14 hari ke depan. Tenaga kesehatan tersebut diketahui berasal dari salah satu Puskesmas.
“Ada perawat dan tenaga kesehatan dari puskesmas. Kemungkinan mereka terpapar saat menangani pasien covid-19,” ujar Gus Ufik.
Sementara itu, berdasarkan data di lapangan ada satu ponpes di Desa Gondek, Kecamatan Mojowarno, yang hingga kini harus dilakukan sterilisasi. Seluruh akses masuk ke pesantren itu, kini ditutup dan aktivitas belajar mengajar dihentikan sementara.
Baca juga:
Dinkes Kota Pontianak Tutup Pelayanan Puskesmas Perum II
Camat Mojowarno Arief Hidayat menerangkan, ponpes yang aktivitasnya dibatasi yakni ponpes Tahfidzul Qur’an Darussalam. Pembatasan dilakukan setelah 21 santriwati dinyatakan terkonfirmasi positif covid-19.
“Dari hasil swab 21 orang semuanya perempuan. Tapi seluruh santri yang saat ini positif sudah dibawa ke tempat karantina di Aparma Unipdu,” ungkap Arief.
Meski demikian, ia mengaku tidak tahu dari mana para santri tersebut terpapar covid-19. Dari informasi yang ia dapat sebelum menulari puluhan santri, ada sekitar enam santri yang mengaku melakukan pemeriksaan ke Puskesmas Mojowarno dengan keluhan sakit di bagian hidung.
“Saya tidak tahu dari mana. Tapi informasinya ada yang mengalami gangguan penciuman, seperti tidak bisa membau. Dinas kemudian melakukan tracking dan pengambilan uji swab pada yang lain yang pernah kontak dan diketahui hasilnya positif,” beber dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MEL)