Perajin batik asal Kota Bogor, Jawa Barat, Sri Ratna Handayani Budhie bersama sejumlah karya batiknya. (Foto: Medcom.id/Rizky)
Perajin batik asal Kota Bogor, Jawa Barat, Sri Ratna Handayani Budhie bersama sejumlah karya batiknya. (Foto: Medcom.id/Rizky)

Tetap Berkarya demi Eksistensi Batik

Rizky Dewantara • 02 Oktober 2020 15:37
Bogor: Perajin batik asal Kota Bogor, Jawa Barat, Sri Ratna Handayani Budhie tetap membatik di tengah pandemi covid-19. Baginya, menghasilkan karya batik dengan motif, makna, dan filosofi khusus dari setiap kain mampu mengangkat kultur atau budaya Kota Hujan.
 
Mengenal batik secara otodidak sejak 2012, Sri mengaku telah menciptakan 65 motif batik terinspirasi dari budaya, simbol, dan kearifan lokal Kota Bogor. Sebanyak 13 motif di antaranya sudah bersertifikasi hak cipta.
 
"Ciri khas batik itu pasti mengangkat simbol kedaerahannya masing-masing. Kota Bogor punya ciri khas cukup banyak. Dari budaya, ikon, kearifan lokal, nilai-nilai kultur yang ada dan semua motif memiliki maknanya masing-masing," ujar Sri, di galeri Handayani Geulis Batik Bogor, Kota Bogor, Jumat, 2 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga: Batik Bukan Sekadar Tren, Tapi Jati Diri Bangsa
 
Ia memerinci beberapa makna motif batik yang telah bersertifikat seperti, batik Tilu Sauyunan yang bercerita tentang popularitas Kota Bogor dengan penduduknya yang ramah serta kuat. Dilambangkan dengan bunga besar khas Kebun Raya Bogor yakni Amorphophallus Titanium atau bunga bangkai, daun talas, dan kujang sebagai senjata tradisional Jawa Barat.
 
Kemudian, Batik Wibawaning Hayyu, tentang delapan nasehat kehidupan dari alam. Manusia bisa meniru sifat alam untuk menjalani kehidupan yang seimbang.
 
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif