Satpol PP Kabupaten Magelang memasang larangan membuang sampah pada penutupan TPS Setro. ANTARA/HO - Bagian Prokompim Kabupaten Magelang
Satpol PP Kabupaten Magelang memasang larangan membuang sampah pada penutupan TPS Setro. ANTARA/HO - Bagian Prokompim Kabupaten Magelang

Sering Overload TPS Setro Magelang Ditutup

Nasional Sampah Pengolahan Limbah pengelolaan sampah jawa tengah
Antara • 19 April 2022 15:12
Magelang: Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Magelang bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompimcam) Tempuran, menutup tempat penampungan sementara (TPS) sampah Setro di jalan Raya Magelang-Purworejo, Desa Sidoagung, Tempuran, Kabupaten Magelang.
 
Camat Tempuran Yuvita Isni Kadiratin mengatakan penutupan TPS Setro ini karena banyak laporan dan keluhan dari warga setempat sering terjadi kelebihan sampah.
 
Apalagi banyak masyarakat dari luar Desa Sidoagung, bahkan dari luar kota yang membuang sampah di TPS tersebut saat melintas di jalan raya Magelang-Purworejo sehingga sangat mengganggu pemandangan dan menimbulkan dampak bau tidak sedap meskipun sudah dipasang spanduk larangan membuang sampah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Yuvita menjelaskan bahwa TPS Setro sudah beroperasi selama sekitar 15 tahun di atas lahan pinjam pakai dari Bina Marga Provinsi Jawa Tengah kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magelang.
 
Baca juga: TPA Karimunjawa Rampung Dibangung, Lengkap dengan Pusat Daur Ulang
 
Menurut dia masyarakat sekitar masih kurang memahami adanya imbauan untuk tidak lagi membuang sampah di TPS tersebut.
 
"Hari ini kami lakukan pengangkutan sampah bersama Forkompimcam Tempuran dibantu Satpol PP, sekaligus melakukan pemasangan spanduk larangan membuang sampah di tempat ini," katanya.
 
Yuvita menuturkan rencana ke depan lahan TPS tersebut akan dijadikan taman atau pusat kuliner dengan tujuan menghilangkan kesan tempat pembuangan sampah.
 
Ia mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah di lokasi tersebut. "Nanti dipasang CCTV," kata dia.
 
Apabila ada masyarakat yang tertangkap CCTV sedang membuang sampah di lokasi tersebut, akan dikenai sanksi denda sebesar Rp50 juta atau pidana kurungan selama tiga bulan karena telah melanggar Perda Kabupaten Magelang Nomor 7 Tahun 2017.
 
"Kami minta masyarakat tidak lagi membuang sampah di lokasi TPS ini lagi," katanya.
 
Baca juga: Sampah di Depok Belum Bisa Dibuang ke TPPAS Lulut Nambo Kabupaten Bogor
 
Kasi Penindakan Satpol PP Kabupaten Magelang Dolut Tuge menegaskan bahwa TPS Setro saat ini sudah ditutup secara permanen sehingga masyarakat tidak boleh membuang sampah di lokasi tersebut.
 
Ia menyampaikan rencananya dalam waktu dekat TPS tersebut akan dibongkar dan dibangun kembali dengan dana CSR menjadi taman dan pusat kuliner yang lebih memiliki nilai dan manfaat secara ekonomi.
 
"Setelah dibongkar nanti tempat ini akan dibangun menjadi taman dan semacam tempat kuliner, sementar TPS-nya akan dipindahkan ke tempat lain yang berada tidak di pinggir jalan lagi. Tapi saat ini masih dibicarakan mengenai lokasi TPS barunya," ujar Dolut.
 
Dolut menambah, untuk sementara akan dipasang CCTV di lokasi tersebut dan akan ada petugas yang piket untuk menghindari masyarakat membuang sampah sembarangan lagi.
 
"Apabila ada masyarakat yang sampai nekat dan tertangkap saat membuang sampah di tempat ini maka kami tidak akan segan-segan proses di pengadilan," tegas Dolut. 
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif