Barang bukti mobil dan sejumlah jeriken dalam kasus penyelewengan BBM bersubsidi. Medcom.id/Ahmad Mustaqim
Barang bukti mobil dan sejumlah jeriken dalam kasus penyelewengan BBM bersubsidi. Medcom.id/Ahmad Mustaqim

Warga Yogyakarta Selewengkan BBM Subsidi, Jual Kembali ke Industri

Nasional bbm langka BBM bbm bersubsidi Solar Subsidi Bio Solar Pertamax pertalite Solar
Ahmad Mustaqim • 19 April 2022 13:28
Yogyakarta: Kepolisian di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencokok dua pelaku penyelewengan BBM bersubsidi jenis solar, bio solar, pertalite, hingga pertamax. Mereka menjual ulang BBM yang bersubsidi dengan harga lebih mahal.
 
Kepala Bidang Humas Polda DIY, Komisaris Besar Yuliyanto, mengatakan dua orang yang ditangkap yakni inisial AD, 39 dan TY, 44. Keduanya ditangkap di lokasi berbeda, yakni di wilayah Kecamatan Godean, pada 8 April dan wilayah Kecamatan Mlati pada 17 April.
 
"Keduanya menyelewengkan BBM bersubsidi dan menjual kembali ke pelaku industri. Padahal seharusnya pelaku industri tidak memakai BBM jenis subsidi," kata Yuliyanto, di Mapolda DIY, Selasa, 19 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengatakan para pelanggar hukum itu melakukan praktik culas dengan memodifikasi kendaraan. TY memasang alat penghisap atau pompa akuarium dari tangki mobil panther. Dari tangki, alat pompa tersebut meghisap dan mengeluarkan melalaui selang yang diterima ke dalam jeriken yang sudah disediakan di dalam mobil.
 
Baca juga: Polisi Amankan Truk Modifikasi Muatan 3 Ton Solar
 
"Tombol menghidupkan pompa atau alat penghisap tersebut ditempatkan di dekat kemudi. Pelaku ini berpindah-pindah dari satu SPBU ke SPBU lain," kata dia.
 
Yuliyanto menjelaskan para pelaku membeli BBM bersubsidi berupa solar seharga Rp5.150 per liter. Saat menjual kembali ke pelaku industri dipatok dengan harga Rp7 ribu hingga Rp8 ribu per liter. Padahal, para pelaku industri semestinya memakai BBM non subsidi yang harganya Rp15 ribu per liter.
 
"Dengan menjual kembali ada marjin keuntungan yang didapat pelaku. Dari informasi yang penyidik dapatkan, pelaku ini sudah beroperasi sekitar satu tahun," ujarnya.
 
Sementara itu, Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda DIY, Komisaris Besar Ade Ary Syam Indradi menjelaskan aparat sudah mengintai sejumlah mobil yang diduga melakukan penyelewengan BBM bersubsidi. Dari kecurigaan itu kemudian dilakukan pemantauan intensif di titik yang dicurigai untuk membeli BBM bersubsidi.
 
"Saat kami melakukan penangkapan TY, didapatkan solar 495 liter. Ini rencanakan dijual ke pelaku industri di wilayah Yogyakarta. Biasanya pelaku industri pertambangan," kata dia.
 
Baca juga: Dalam 2 Minggu, Terungkap Penimbunan 44,5 Ton Solar di Aceh
 
Ia mengatakan polisi masih mendalami lebih lanjut praktik penyelewengan itu. Selain penyidikan pelaku, juga mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain.
 
Dari penangkapan itu, polisi menyita berbagai barang bukti. Dari AD, polisi menyita satu unit mobil, 11 jeriken plastik kosong, 1 jeriken berisi bio solar 35 liter, 2 jeriken berisi pertamax 35 liter, 3 jeriken isi campuran pertalite dan pertamax 35 liter, uang tunai Rp180 ribu, dan selembar jadwal piket operator dan pengawas SPBU.
 
Sedangkan barang yang disita dari TY di antaranya 17 jeriken berisi bio solar, sebuah mobil Panther, 4 drum, 2 tangki modifikasi berisi 300 liter dan 70 liter. 10 jeriken kosong, 1 buah selang, 3 ember bekas cat, 2 corong plastik, 1 corong besi, 1 gayung besi, dan 1 buah gawai.
 
Polisi menjerat para pelaku tersebut dengan Pasal 55 UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja junto Pasal 55 UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak Gas dan Bumi. Ancaman pidananya yakni 6 tahun serta denda Rp60 miliar.
 
Sales Area Manager Retail Yogyakarta PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Ivan Syuhada menambahkan penjual hinggga pengangkut BBM bersubsidi yang memiliki izin. Ia menyebut kedua pelaku tak bisa membuktikan kepemiliki legalitas itu.
 
"Seluruh pemakaian barang bersubsidi akan ada konsekuesnsi, termasuk penyelewangan yang dilakukan masyarakat," kata dia.

 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif