Atap bangunan kelas 1,2,3 Sekolah Dasar (SD) Negeri 7 Sidolaju di Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur yang roboh karena kondisinya yang telah rapuh. (ANTARA/Louis Rika)
Atap bangunan kelas 1,2,3 Sekolah Dasar (SD) Negeri 7 Sidolaju di Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur yang roboh karena kondisinya yang telah rapuh. (ANTARA/Louis Rika)

Populer Daerah: Atap Sekolah Ambruk Hingga Bocah di Tasikmalaya Dipaksa Setubuhi Kucing

Nur Azizah • 22 Juli 2022 08:46
Ngawi: Atap bangunan Sekolah Dasar (SD) Negeri 7 Sidolaju di Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, roboh karena kondisinya yang telah rapuh dan berusia tua. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa dini hari, 19 Juli 2022, sehingga tidak ada korban jiwa.
 
"Atapnya berdasarkan laporan sudah membahayakan. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, para siswa pada Senin kemarin saat dimulainya tahun ajaran baru sudah dipindah ke ruang lain. Ternyata, kemarin ambruk atapnya," ujar Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi, Samirun, di Ngawi, Rabu, 20 Juli 2022.
 
Menurut dia, sebenarnya SDN 7 Sidolaju sudah masuk dalam daftar bangunan sekolah yang akan direhabilitasi pada tahun 2023 melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Pengajuan rehabilitasi tersebut sudah dilakukan pada tahun 2022 ini.
 
Namun, karena kerusakannya cukup parah, Dinas Pendidikan akan mengusulkan perbaikan pada perubahan APBD 2022.
 
Baca: Ombudsman DIY Ungkap Modus Penjualan Seragam di Sekolah
 
"Karena rusaknya parah, maka ada prioritas dan percepatan penanganan di akhir tahun anggaran 2022 untuk segera diusulkan pada PAK APBD 2022," kata Samirun.
 
Sesuai data, atap yang ambrol adalah ruang untuk kelas 3 yang merupakan satu tiang bangunan dengan kelas 1 dan 2. Sehingga, cukup membahayakan juga jika kelas 1 dan 2 digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
 
Berdasarkan penuturan para tenaga didik di sekolah setempat, sebelum roboh, bagian atap bangunan tersebut sudah mulai melengkung pada beberapa bulan terakhir. Sehingga cukup berbahaya.
 
Beruntung sejak hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru 2022/2023 Senin, 18 Juli 2022, siswa kelas 3 sudah dipindah ke ruang perpustakaan. Sedangkan kelas 1 dan kelas 2 sementara menggunakan musala sekolah secara bergantian.
 
"Dengan demikian tidak ada siswa atau tenaga pendidik yang terluka. Kejadian ini segera ditindaklanjuti," tambahnya.
 
Atas kondisi tersebut, para guru dan siswa berharap Dinas Pendidikan Ngawi segera melakukan perbaikan sehingga proses belajar dan mengajar kembali maksimal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Artikel terkait atap sekolah ambruk menjadi berita paling banyak dibaca di kanal Daerah Medcom.id. Berita lain yang tak kalah menarik pembaca terkait banjir dan longsor di Garut. 
 
Garut: Bencana banjir dan longsor yang telah terjadi di 14 kecamatan di Kabupaten Garut, Jawa Barat salah satu penyebabnya meluapnya aliran Sungai Cimanuk dan Sungai Cikaengan. Banjir berdampak pada 90 Desa/Kelurahan yang tersebar di 14 Kecamatan menyebabkan 242 Kepala Keluarga (KK) atau 785 Jiwa mengungsi.
 
Kejadian banjir dan tanah longsor yang terjadi tersebar di 14 kecamatan antara lain Cikajang, Tarogong Kidul, Pasirwangi, Cigedug, Cibatu, Bayongbong, Tarogong kaler, Samarang, Cilawu, Banyuresmi, Karangpawitan, Garut Kota, Banjarwangi dan Singajaya.
 
Peristiwa itu telah berdampak pada 6.314 KK atau 19.546 jiwa. BPBD Kabupaten Garut melaporkan 4.035 unit rumah terdampak, 11 unit rumah di antaranya rusak berat, 13 kantor pemerintah rusak sedang, 10 kantor pemerintah rusak ringan, 2 unit fasilitas pendidikan rusak sedang dan 3 unit fasilitas pendidikan rusak ringan serta sedikitnya 17.077 hektare kolam ikan milik warga terdampak.
 
Baca: 106 Rumah di Ambon Rusak Diterjang Banjir dan Tanah Longsor
 
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil, mengatakan, bencana yang terjadi merupakan dampak dari pemanasan global. Saat ini terjadi bencana hidrometeorologi seharusnya diprediksi merupakan musim kemarau. Namun, adanya pemanasan global yang terjadi membuat cuaca  tidak menentu dan seharusnya telah masuk musim kemarau.
 
"Kami meminta masyarakat untuk dapat kembali melakukan penghijauan lahan yang sudah kritis dan apabila menemukan lahan kritis yang tidak bisa ditangani secara swadaya, masyarakat diminta melaporkannya kepada Pemerintah Provinsi Jabar," kata Kang Emil sapaan karibnya di Kabupaten Garut, Kamis, 21 Juli 2022.
 
Ia mengatakan, masalah lingkungan bukanlah semata urusan negara tetapi seluruh pihak dinilai memiliki peran untuk menjaga kondisi lingkungan. Pemprov Jabar sendiri juga telah menanam lebih dari 56 juta pohon dalam tiga tahun terakhir.
 
Selain terus melakukan penanaman mangrove di sejumlah wilayah pantai sebagai komitmen untuk mengatasi dan akan terus dilakukannya apalagi sudah ada ratusan hektare tanah di Jabar sudah menjadi laut.
 
"Kedepannya, untuk kaitan dengan persoalan Sungai Cimanuk sering kali terjadinya banjir luapan sungai untuk melakukan perbaikan dan ini bukan tidak mungkin mereplikasi program Citarum Harum. Karena, salam pelaksanaan dilakukan dengan model pentahelix dan aparat TNI dan Polisi turun tangan, tapi kalau Sungai Cimanuk harus bottom-up soalnya jadi kami tunggu aspirasinya kalau dirasa ingin meng-copy paste Citarum mari kita lakukan, tidak usah saling menyalahkan karena urusan iklim banjir multi dimensi," paparnya.
 
 
Halaman Selanjutnya
Berita lain yang juga menyedot…
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif