Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman berbicara dalam sebuah acara di Riyadh, 28 Januari 2021. (Fayez Nureldine / AFP)
Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman berbicara dalam sebuah acara di Riyadh, 28 Januari 2021. (Fayez Nureldine / AFP)

Mantan Pejabat Arab Saudi Tuduh Putra Mahkota Pernah Berencana Bunuh Raja

Medcom • 25 Oktober 2021 18:22
Riyadh: Seorang mantan pejabat keamanan senior Arab Saudi, Saad Al-Jabri, menuduh Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) pernah berencana membunuh seorang raja yang tengah berkuasa sebelum sang ayah dinobatkan sebagai pemegang takhta kerajaan.
 
Pernyataan sensasional ini disampaikan dalam program wawancara 60 Minutes di media CBS News pada Minggu, 24 Oktober 2021.
 
Dilansir dari Outlook India, Senin, 25 Oktober 2021, Saad Al-Jabri berperan dalam membantu mengawasi upaya anti-terorisme bersama Amerika Serikat (AS). Tinggal di pengasingan di Kanada dan AS, ia menggambarkan Pangeran Salman sebagai sosok "psikopat dan pembunuh."

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saad Al-Jabri mengklaim, Pangeran Salman sesumbar dapat membunuh Raja Abdullah pada 2014. Saat itu, Pangeran Salman tidak memegang peran senior dalam pemerintahan. Ia hanya menjabat sebagai penjaga gerbang istana saat ayahnya menjadi pewaris takhta.
 
Pada Januari 2015, Pangeran Salman diketahui naik takhta setelah saudara tirinya, Raja Abdullah, meninggal dunia. Saad Al-Jabri mengklaim dalam pertemuan 2014 dengan Nayef, Pangeran Salman mengatakan dirinya dapat membunuh Raja Abdullah guna memberi jalan bagi sang ayah untuk naik takhta.
 
"Ia mengatakan kepadanya, saya ingin membunuh Raja Abdullah. Saya mendapatkan cincin racun dari Rusia. Cukup bagi saya untuk berjabat tangan dengannya dan dia akan selesai. Rekaman video pertemuan itu masih ada," kata Saad Al-Jabri.
 
Tidak ada bukti konkret yang diberikan Saad Al-Jabri atas pernyataan kontroversialnya itu. Namun, ia melayangkan peringatan kepada Pangeran Salman bahwa dirinya merekam video yang dapat mengungkapkan lebih banyak rahasia kerajaan.
 
Saad Al-Jabri sempat memperlihatkan sebuah potongan video pendek tanpa suara kepada koresponden 60 Minutes, Scott Pelley. Ia mengatakan, klip tersebut dapat dirilis apabila dirinya terbunuh.
 
Potongan video itu disebut sebagai upaya Al-Jabri dalam Pangeran Salman yang kini berusia 36 tahun. Al-Jabri disebut-sebut tengah dipaksa untuk kembali ke Arab Saudi, di mana dirinya berpotensi menghadapi dakwaan kasus pelecehan, pemenjaraan, atau dijadikan tahanan rumah.
 
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif