Sekelompok anggota Hizbullah dalam parade di Baalbek, Lebanon, 13 November 2021. Foto: AFP
Sekelompok anggota Hizbullah dalam parade di Baalbek, Lebanon, 13 November 2021. Foto: AFP

Arab Saudi Tuduh Hizbullah Latih Houthi, 18 Prajurit Yaman Tewas dalam Bentrok Baru

Internasional arab saudi hizbullah Pemberontak Houthi Yaman
Fajar Nugraha • 27 Desember 2021 08:56
Marib: Sedikitnya 18 tentara Yaman tewas pada Minggu 26 Desember 2021 dalam pertempuran antara tentara Yaman dan pemberontak Houthi di Provinsi Marib, Yaman tengah. Sementara koalisi pimpinan Arab Saudi tuduh Hizbullah latih Houthi.
 
“Sebanyak 18 tentara tewas hari ini dalam pertempuran di daerah Gurun al-Balak al-Sharki di Marib selatan," kata sumber militer Yaman kepada Xinhua tanpa menyebut nama, Senin 27 Desember 2021.
 
"Ada juga banyak Houthi yang tewas dalam pertempuran itu akibat serangan udara yang dilakukan oleh koalisi Arab pimpinan Saudi," katanya, tanpa memberikan jumlah pasti.

Keterlibatan Hizbullah

Sementara pihak Koalisi pimpinan Arab Saudi merilis rekaman dan gambar yang dikatakan memberikan bukti keterlibatan Hizbullah dan Iran dalam perang tujuh tahun Yaman. Rekaman juga menunjukkan penggunaan bandara Sanaa sebagai situs peluncuran rudal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada konferensi pers di ibu kota Saudi, juru bicara koalisi Brigadir Jenderal Turki Al-Maliki menunjukkan rekaman instruktur Hizbullah yang melatih Houthi tentang cara menggunakan drone.
 
Dalam beberapa video, terlihat kotak-kotak bagian drone yang ditumpuk dengan beberapa logo Hizbullah. Al-Maliki menyebut Hizbullah sebagai “kanker di Lebanon” yang awalnya menyerang Lebanon sebelum menyebar ke luar negeri.
 
“Organisasi teroris Hizbullah telah menyebarkan kehancuran di kawasan dan dunia,” kata Al-Maliki kepada wartawan, menambahkan bahwa kelompok yang didukung Iran memikul tanggung jawab untuk menargetkan warga sipil di Arab Saudi dan Yaman.
 
Dalam video lain, koalisi mengatakan seorang pemimpin Hizbullah sedang memberikan instruksi kepada Abdullah Yahya Al-Hakim, komandan kedua Houthi yang ada dalam daftar sanksi PBB karena mengorganisir kudeta dan operasi militer untuk menggulingkan pemerintah. Dia juga bertanggung jawab untuk mengamankan dan mengendalikan semua rute masuk dan keluar Sanaa dan pengambilalihan kegubernuran Amran.
 
“Sektor militer Hodeidah sangat penting. Jika Hodeidah jatuh, dukungan untuk menghadapi agresi akan berakhir,” kata pemimpin Hizbullah itu.
 
“Laut adalah satu-satunya pintu gerbang untuk dukungan yang akan datang. Jika kita kehilangan laut, kita tidak akan mendapatkan dukungan apapun dan mujahidin tidak akan datang. Kami ingin kerumunan besar mujahidin, kami ingin mengatur barisan kami,” tegasnya.
 
Al-Maliki juga menyertakan rekaman dan pengawasan udara yang katanya menunjukkan milisi sedang “memiliterisasi” bandara Sanaa dan telah mengubahnya menjadi landasan peluncuran untuk rudal balistik dan dan drone yang menargetkan Arab Saudi.
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif