Ilustrasi anggota Taliban/AFP
Ilustrasi anggota Taliban/AFP

Afghanistan Buka Kembali Kantor Visa

M Sholahadhin Azhar • 07 Oktober 2021 05:50
Kabul: Pemerintahan baru Afghanistan di bawah Taliban, membuka kembali kantor paspor di Kabul pada Rabu, 6 Oktober 2021. Kondisi saat ini memberi beberapa warga Afghanistan yang merasa terancam di bawah pemerintahan Taliban harapan baru mereka dapat segera dapat melarikan diri dari negara itu.
 
Ratusan orang berbondong-bondong ke departemen untuk mengajukan dokumen perjalanan dalam ujian komitmen pemerintah Afghanistan yang baru kepada masyarakat internasional untuk mengizinkan orang yang memenuhi syarat untuk pergi.
 
"Saya mencoba melarikan diri," ujar Mohammad Hanif, seperti dikutip AFP, Kamis, 7 Oktober 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hanif mengatakan bahwa dia adalah seorang penerjemah untuk pasukan khusus AS di selatan negara itu dari 2009 hingga 2013.
 
Seperti banyak orang Afghanistan yang bekerja untuk AS dan pasukan sekutu setelah invasi 2001. Tentunya Hanif takut Taliban akan membalas dendam jika mereka menemukannya, jadi dia sangat ingin melarikan diri.
 
"Saya sedang stres sekarang. Karena saya juga tinggal di provinsi Helmand -- sangat berbahaya," ungkap Hanif.
 
Pria berusia 32 tahun itu termasuk di antara mereka yang pergi ke kantor paspor di Kabul saat dibuka untuk pertama kalinya sejak Taliban merebut kekuasaan pada pertengahan Agustus.
 
 

Sehari sebelumnya Taliban telah mengumumkan bahwa semua staf -,termasuk karyawan wanita,- telah diminta untuk kembali ke kantor mereka ketika pemerintah baru mencoba untuk memulai infrastruktur negara yang gagal.
 
Hanif mengatakan dia pertama kali mengajukan paspor empat bulan lalu, tetapi hanya berhasil menyelesaikan aplikasi pada hari Rabu dan akan mengumpulkan dokumen dalam beberapa hari.
 
Mantan penerjemah itu mengatakan, dia memiliki Visa Imigran Khusus (SIV) untuk Amerika Serikat dan berencana pindah ke sana bersama istri dan dua anaknya.
Dia mengatakan dia pertama kali mencoba meninggalkan Afghanistan selama operasi evakuasi pimpinan AS yang kacau pada Agustus, tetapi tidak bisa masuk ke bandara Kabul.
 
"Ketika Taliban mengambil alih negara, terutama ibu kota, semua orang mencoba pergi ke bandara," katanya kepada AFP di luar kantor paspor, sambil memegang dokumennya.
 
"Saya mendapat email dan telepon dari mentor saya juga untuk membawa saya ke bandara, jadi saya pergi ke sana. Ada banyak orang," imbuhnya.
 
(ADN)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif