Perdana Menteri Israel Naftali Bennett tolak pembentukan negara Palestina. Foto: AFP
Perdana Menteri Israel Naftali Bennett tolak pembentukan negara Palestina. Foto: AFP

PM Israel: Pembentukan Negara Palestina Sebuah Kesalahan Mengerikan

Internasional Palestina Israel Mahmoud Abbas Naftali Bennett
Fajar Nugraha • 16 September 2021 12:04
Tel Aviv: Perdana Menteri Israel Naftali Bennett mengatakan bahwa dirinya tidak akan menyetujui pembentukan negara Palestina. Menurutnya hal itu sebagai sebuah kesalahan.
 
Dalam wawancara bersama kantor berita Kan, Selasa 14 September, Bennet juga menolak untuk melakukan pertemuan dengan pemimpin Otoritas Palestina (PA) Mahmoud Abbas. Meskipun ada sejumlah kontak tingkat tinggi antara pemerintah baru Israel dan PA.
 
Bagi Bennett dirinya tidak bisa menerima pertemuan dengan sosok yang mendorong PA mengajukan tuduhan kejahatan perang terhadap Israel di Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) dan pembayaran tunjangan bulanan kepada tahanan keamanan, termasuk mereka yang dihukum karena membunuh orang Israel.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Saya tidak melihat logika dalam bertemu seseorang yang menuntut tentara IDF di Den Haag dan menuduh mereka melakukan kejahatan perang, dan pada saat yang sama membayar gaji kepada teroris,” kata Bennett kepada penyiar publik Kan.
 
"Saya tidak melihat logika dalam bertemu dengannya,” tegasnya.
 
Pada Maret, Jaksa Kepala ICC mengumumkan bahwa dia membuka penyelidikan atas tindakan yang dilakukan oleh Israel dan Palestina di Tepi Barat, Gaza, dan Yerusalem Timur sejak 13 Juni 2014. Permintaan Abbas ke Den Haag yang menyebabkan pembukaan dari penyelidikan.
 
Bennett mengatakan kepada para pemimpin Yahudi Amerika awal bulan ini bahwa dia tidak akan bertemu dengan Abbas, mengutip keputusan ketua PA untuk membawa Israel ke ICC.
 
Ditanya pada Selasa tentang pentingnya pertemuan itu dalam hal kebijakan pemerintah baru ke Palestina, Bennett menegaskan kembali keyakinannya bahwa tidak ada terobosan politik yang mungkin dilakukan dalam waktu dekat. Sikap itu mempertahankan posisinya yang sudah lama berdiri bahwa tidak boleh ada negara Palestina.
 
"Saya menentang negara Palestina. Saya pikir itu akan menjadi kesalahan yang mengerikan," ucap Bennett.
 
"Aku tidak akan melakukan itu,” dia menegaskan.
 
Halaman Selanjutnya
Pada saat yang sama Bennett…
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif