Tanggapan Israel soal penembakan jurnalis Al Jazeera
Militer Israel tengah meningkatkan operasi di Tepi Barat setelah serangkaian serangan yang menargetkan warga Israel telah menewaskan 18 orang. Beberapa penyerang berasal dari daerah Jenin.Pasukan Pertahanan Israel mengatakan pasukan keamanannya telah beroperasi di daerah itu "untuk menangkap tersangka dalam kegiatan teroris" dan kedua tersangka Palestina dan pasukan Israel menembak pada saat itu.
"Sebagai bagian dari kegiatan di kamp pengungsi Jenin, tersangka menembakkan senjata berat ke arah pasukan dan melemparkan bahan peledak. Pasukan merespons dengan menembak. Serangan terdeteksi," kata Pasukan Pertahanan Israel (IDF).
"Kemungkinan wartawan terkena, mungkin oleh tembakan Palestina, sedang diselidiki. Peristiwa itu sedang diperiksa," lanjut IDF.
Baca: Begini Kondisi Wartawan Al Jazeera Sesaat Setelah Ditembak Tentara Israel
Perdana Menteri Israel Naftali Bennett mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa "tampaknya" warga Palestina bersenjata bertanggung jawab atas kematian Shireen Abu Akleh.
"Menurut informasi yang kami kumpulkan, tampaknya orang-orang Palestina bersenjata - yang menembak tanpa pandang bulu pada saat itu - bertanggung jawab atas kematian wartawan yang malang itu," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News