Warga Palestina menentang proposal perdamaian Timur Tengah dari Amerika Serikat. Foto: AFP
Warga Palestina menentang proposal perdamaian Timur Tengah dari Amerika Serikat. Foto: AFP

Qatar Nilai Normalisasi dengan Israel Rusak Kemerdekaan Palestina

Internasional palestina qatar terbuka palestina israel
Fajar Nugraha • 17 November 2020 06:29
Doha: Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani mengatakan negara-negara Arab yang menjalin hubungan dengan Israel merusak upaya negara Palestina. Sheikh Mohammed desak negara Arab tetap bersatu.
 
Dalam beberapa bulan terakhir, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Sudan menyetujui hubungan formal dalam kesepakatan yang ditengahi oleh pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Mereka membuka normalisasi hubungan dengan Israel.
 
Palestina telah mengecam perjanjian ini sebagai "tikaman dari belakang" dan pengkhianatan atas tujuan mereka. Selain itu Palestina juga khawatir langkah Bahrain dan UEA akan melemahkan posisi pan-Arab yang telah lama ada.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


UEA, Bahrain dan Sudan mematahkan posisi ini, yang menuntut penarikan Israel dari wilayah yang sudah diduduki secara ilegal dan penerimaan kenegaraan Palestina sebagai imbalan untuk hubungan normal dengan negara-negara Arab.
 
"Saya pikir lebih baik memiliki front (Arab) yang bersatu untuk menempatkan kepentingan Palestina (pertama) untuk mengakhiri pendudukan (Israel),” kata Sheikh Mohammed kepada Forum Keamanan Global online pada Senin, seperti dikutip Al Jazeera, Selasa 17 November 2020.
 
“Perpecahan bukan untuk kepentingan upaya bersama Arab untuk membuat Israel bernegosiasi dengan Palestina dan menyelesaikan konflik selama puluhan tahun. Namun, bagi negara-negara yang menjalin hubungan, pada akhirnya terserah mereka untuk memutuskan apa yang terbaik untuk negara mereka,” tegasnya.
 
Pejabat UEA mengatakan Negara Teluk tetap berkomitmen pada pembentukan negara Palestina. Mereka juga mengklaim bahwa kesepakatannya dengan Israel telah menghentikan pencaplokan lebih lanjut atas tanah yang diinginkan Palestina untuk sebuah negara.
 
Hingga tahun ini, Israel hanya memiliki hubungan formal saat ini dengan hanya dua negara Arab -,tetangganya Mesir dan Yordania,- yang dibangun berdasarkan kesepakatan damai yang dicapai beberapa dekade lalu. Para pejabat AS dan Israel mengatakan lebih banyak negara Arab dapat segera menyusul setelah kesepakatan baru-baru ini.
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif