Warga Selandia Baru memenuhi Hagley Park di Christchurch memberikan penghormatan kepada korban penembakan. (Foto: AFP).
Warga Selandia Baru memenuhi Hagley Park di Christchurch memberikan penghormatan kepada korban penembakan. (Foto: AFP).

Banyak Warga Inggris ingin Pindah ke Selandia Baru

Internasional inggris Penembakan Selandia Baru
Arpan Rahman • 29 Maret 2019 17:04
Christchurch: Jumlah warga Inggris yang tertarik pindah ke Selandia Baru telah meningkat hampir 50 persen, sejak 50 orang tewas dalam pembantaian di dua masjid di Christchurch.
 
Jumlah aplikasi kewarganegaraan dari Inggris melonjak dari 505 menjadi 753 -- meningkat 49 persen -- dalam 10 hari sesudah serangan pada 15 Maret, menurut angka dari Immigration New Zealand (INZ).
 
Baca juga: PM Selandia Baru Pimpin Hening Cipta bagi Korban Penembakan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meningkatnya pendaftaran dari Inggris adalah yang kedua setelah dari Amerika Serikat, di mana ada peningkatan 72 persen -- dari 674 menjadi 1165 selama periode yang sama. Peningkatan tertinggi ketiga berasal dari Afrika Selatan.
 
Secara global, ada peningkatan 33 persen dalam jumlah aplikasi untuk tinggal dan bekerja di Selandia Baru. Agensi INZ menerima 6.457 minat pendaftaran dari 15 hingga 24 Maret, dibandingkan dengan 4.844 selama 10 hari sebelumnya.
 
Ada juga gelombang minat dari negara-negara mayoritas Muslim, kendati ibadah mereka menjadi sasaran seorang pria bersenjata selama salat Jumat. Terdapat 333 pendaftaran yang diajukan dari Pakistan, 165 dari Malaysia, 82 dari Bangladesh, 66 dari Maroko, 63 dari Indonesia, 59 dari Mesir, dan 59 dari Turki.
 
"Ini bukan aplikasi visa, tetapi pendaftaran yang menarik," kata asisten manajer umum INZ Peter Elms.
 
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern dianggap sebagai alasan utama meningkatnya minat, saat ia dipuji secara luas karena menunjukkan empati yang kuat kepada para korban.
 
Dia memimpin upacara peringatan di Christchurch pada Jumat bagi para korban serangan, yang juga dihadiri PM Australia Scott Morrison. Diperkirakan 23.000 orang menghadiri peringatan di Hagley Park, menurut media setempat. Penyanyi Inggris Cat Stevens, juga dikenal sebagai Yusef Islam, menyanyikan ‘Peace Train.’
 
Nama-nama 50 korban yang ditembak mati di Masjid Al Noor dan Masjid Linwood dibacakan dengan lantang oleh anggota komunitas Muslim Interfaith Society, dan jilbab gratis dibagikan. Media lokal juga melaporkan banyak polisi berjaga.
 
Baca juga: PM Ardern Perintahkan Penyelidikan Independen Teror di Masjid.
 
Korban selamat, Farid Ahmed, berbicara di peringatan itu. Istrinya terbunuh dalam serangan, tetapi dia menyatakan bahwa dia menyayangi dan mengampuni tersangka penyerang, Brenton Tarrant.
 
"Jika hati kita penuh cinta, maka perdamaian akan dimulai dari sini," kata Ahmed, disitat dari laman Telegraph, Jumat 29 Maret 2019.
 
Adern telah bersumpah tidak mau menyebut nama pria bersenjata itu. Berbicara di peringatan Jumat, dia berkata: "Dunia telah terjebak dalam lingkaran setan ekstremisme yang membiakkan ekstremisme dan itu harus berakhir."
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif