Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern bersama ribuan warga beri penghormatan kepada korban penembakan. (Foto: AFP).
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern bersama ribuan warga beri penghormatan kepada korban penembakan. (Foto: AFP).

PM Ardern Perintahkan Penyelidikan Independen Teror di Masjid

Internasional Penembakan Selandia Baru
Fajar Nugraha • 25 Maret 2019 10:10
Wellington: Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern memerintahkan penyelidikan independen terhadap serangan masjid Christchurch. Ardern ingin tahu bagaimana seorang pria bersenjata menembak mati 50 orang pada 15 Maret.
 
Baca juga: Selandia Baru Larang Peredaran Senjata Semi Otomatis.
 
"Adalah penting bahwa tidak ada yang terlewat untuk mengetahui bagaimana tindakan terorisme ini terjadi dan bagaimana kita bisa menghentikannya," kata Ardern kepada wartawan, menambahkan penyelidikan akan mencakup dinas intelijen dan polisi, seperti dikutip AFP, Senin, 25 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelumnya PM Ardern telah melarang semua senjata semi otomatis seperti militer dan senapan serbu. Senjata itu akan dilarang di bawah undang-undang senjata baru yang lebih ketat.
 
Langkah ini termasuk larangan magasin besar dan modifikasi -- yang akan mencakup setiap jenis senjata layaknya yang dipakai dalam penembakan di masjid Jumat lalu.
 
Ardern berharap undang-undang baru itu akan berlaku pada 11 April dan skema pembelian kembali akan dibuat untuk senjata yang dilarang.
 
Pada Jumat 22 Maret, Ardern bersama ribuan warga Selandia Baru hadir di Hagley Park untuk memberikan penghormatan kepada korban aksi teror yang dilakukan seorang warga Australia itu.
 
Baca juga: PM Selandia Baru Pimpin Hening Cipta bagi Korban Penembakan.
 
Dia bergabung dengan umat Muslim dan non-Muslim di Hagley Park, di seberang masjid al Noor, untuk mengkhidmati panggilan sholat diikuti keheningan.
 
Sedikitnya 42 orang tewas di masjid al Noor, dan tujuh di masjid Linwood di dekatnya, sesudah pelaku bersenjata melepaskan tembakan sekitar pukul 13.40 pada Jumat 15 Maret.
 
Azan dan keheningan menyusulnya juga disiarkan di televisi dan radio di mana ribuan orang menyimak.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif