Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern bersama ribuan warga beri penghormatan kepada korban penembakan. (Foto: AFP).
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern bersama ribuan warga beri penghormatan kepada korban penembakan. (Foto: AFP).

PM Selandia Baru Pimpin Hening Cipta bagi Korban Penembakan

Internasional Penembakan Selandia Baru
Arpan Rahman • 22 Maret 2019 12:03
Christchurch: Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern bergabung dengan ribuan orang dalam dua menit mengheningkan cipta. Aksi ini digelar sepekan setelah serangan atas dua masjid di Christchurch.
 
Baca juga: Doa Bersama untuk Peringati Seminggu Penembakan Selandia Baru.
 
Dia bergabung dengan umat Muslim dan non-Muslim di Hagley Park, di seberang masjid al Noor, untuk mengkhidmati panggilan sholat diikuti keheningan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sedikitnya 42 orang tewas di masjid al Noor, dan tujuh di masjid Linwood di dekatnya, sesudah pelaku bersenjata melepaskan tembakan sekitar pukul 13.40 pada Jumat 15 Maret.
 
Azan dan keheningan menyusulnya juga disiarkan di televisi dan radio di mana ribuan orang menyimak.
 
Ardern berkata: "Nabi Muhammad, sallallahu alaihi wasallam (alaihissalam) mengatakan: 'Orang-orang yang beriman dalam kebaikan, kasih sayang, dan simpati adalah seperti satu tubuh. Ketika ada bagian tubuh yang menderita, seluruh tubuh merasa sakit. '
 
"Selandia Baru berduka bersamamu. Kita adalah satu," cetusnya, seperti disitir dari laman Sky News, Jumat 22 Maret 2019.
 
Setelah adzan, Imam Gamal Fouda, dari masjid al Noor berkhotbah: "Pekan lalu saya berdiri di masjid ini dan melihat kebencian di mata teroris. Hari ini, dari tempat yang sama saya melihat keluar dan menyaksikan cinta dan kasih sayang di mata ribuan sesama warga Selandia Baru dan manusia, yang memenuhi hati jutaan orang lagi, yang tidak bersama kita secara fisik tetapi dalam rohani."
 
Baca juga: Azan Berkumandang di Seantero Selandia Baru.
 
Dikatakan teroris berupaya menghancurkan mereka, tetapi mereka telah menunjukkan bahwa Selandia Baru "tidak bisa dihancurkan".
 
Dia berterima kasih kepada para pendukung atas cinta mereka, karang bunga, dan tarian Haka. Dia berterima kasih kepada Ardern atas kepemimpinannya, mengatakan itu adalah contoh bagi para pemimpin dunia.
 
Imam kedua mengatakan kepada orang banyak "Islamophobia membunuh". Dia mengatakan serangan itu membuktikan bahwa terorisme "tidak memiliki warna, ras atau agama".
 
Ashir Rizvi, 29, korban selamat dari penembakan itu, bertutur: "Saya benar-benar, masih sangat bersyukur berada di negeri ini. Ketika kamu melihat pemimpin kita, Jacinda, kamu merasa masih di tangan yang aman. Serangan teroris, kebencian ada di mana-mana, di seluruh dunia. Jadi mengatakan itu 'oh Christchurch bukan, atau Selandia Baru bukan, tempat yang aman lagi ', saya pikir itu tidak masuk akal bagi saya."
 
Pemakaman para korban dimulai pada ari Rabu, dengan pemakaman massal terakhir direncanakan Jumat ini.
 
Warga Australia Brenton Tarrant, 28, tersangka supremasi kulit putih, telah didakwa dengan pembunuhan menyusul serangan itu dan ditahan tanpa jaminan. Dia akan muncul kembali di pengadilan pada 5 April di mana polisi mengatakan dia kemungkinan menghadapi lebih banyak dakwaan.
 

(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif