Masyarakat Selandia Baru menggelar salat jumat, di mana sebelumnnya menggelar doa bersama di Hagley Park dekat Masjid Al Noor, Christchurch. (FOTO: AFP)
Masyarakat Selandia Baru menggelar salat jumat, di mana sebelumnnya menggelar doa bersama di Hagley Park dekat Masjid Al Noor, Christchurch. (FOTO: AFP)

Azan Berkumandang di Seantero Selandia Baru

Internasional Penembakan Selandia Baru
Marcheilla Ariesta • 22 Maret 2019 10:57
Christchurch: Masyarakat Selandia Baru menggelar doa bersama di Hagley Park dekat Masjid Al Noor, Christchurch. Doa bersama dilakukan untuk mengenang para korban penembakan di dua masjid saat salat Jumat, pekan lalu.
 
Doa bersama ini disiarkan. Tak hanya itu, azan untuk memanggil orang Muslim beribadah juga disiarkan diikuti keheningan selama dua menit.
 
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern turut bergabung dalam doa bersama tersebut. Dalam keamanan yang ketat, sang PM terlihat berbaur bersama warga lainnya dan mengheningkan cipta untuk para korban.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami sangat senang bahwa doa ini akan disiarkan ke seluruh dunia sehingga semua orang dapat menjadi bagian darinya," kata Mustafa Farouk, presiden Federasi Asosiasi Islam Selandia Baru, dilansir dari BBC, Jumat, 23 Maret 2019.
 
Sebelumnya, PM Ardern mengimbau seluruh masyarakat menghentikan aktivitas mereka di hari Jumat, untuk mengenang para korban yang terluka. Dia tak menyangka banyak dari warganya ikut melakukan doa bersama.
 
"Saya tahu banyak warga Selandia Baru ingin menandai minggu yang berlalu sejak serangan teroris dan untuk mendukung komunitas Muslim ketika mereka kembali ke masjid," katanya.
 
"Bagaimana kita memilih untuk berefleksi selama keheningan akan berbeda bagi kita masing-masing. Setiap orang harus melakukan apa yang benar bagi mereka, di mana pun mereka berada, di rumah, di tempat kerja, di sekolah," imbuh Ardern.
 
Imam masjid Al Noor Gamal Fouda memberikan pidato di Hagley Park. Dia mengatakan Selandia Baru terluka oleh aksi teroris tersebut, namun tidak hancur.
 
Fouda juga menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh warga Negeri Kiwi kepada umat Muslim. "Air mata Anda, haka Anda, bunga Anda dan cinta dan kasih sayang Anda, terima kasih," tuturnya.
 
Sebuah aksi di sosial media menyerukan agar para warga perempuan turut mengenakan hijab dalam acara doa bersama ini. Sementara itu, pejabat pemerintah bekerja pada malam hari untuk mempersiapkan masjid dan jenazah para korban untuk pemakaman massal Jumat ini di Christchurch.
 
"Semua jenazah telah dimandikan. Kami selesai sekitar pukul 1.30 pagi. Itu adalah tugas kami. Setelah kami selesai ada banyak emosi, orang-orang menangis dan berpelukan," kata seorang pejabat anonim.
 
Tepat sepekan usai penembakan yang dilakukan teroris di dua masjid yang berada di Christchurch. Serangan tersebut menewaskan sekitar 50 orang dan puluhan lainnya terluka.
 
Pelaku diketahui bernama Brenton Tarrant asal Australia. Dia merupakan seorang supremasi kulit putih dan telah didakwa dengan tuduhan pembunuhan.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif