medcom.id, Jakarta: Gunung Agung di kawasan Karangasem, Bali, masih berada di status awas. Sejumlah negara pun sudah mengeluarkan imbauan bepergian, antara lain Amerika Serikat dan Australia.
Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhail Galuzin mengaku belum melihat apakah ada imbauan atau larangan bepergian dari Pemerintah Rusia untuk warga Rusia ke Bali.
"Tetapi, kami dari kedutaan, mengimbau untuk warga Rusia yang sedang berada di Indonesia atau akan ke Indonesia, lalu akan ke Bali, untuk berhati-hati," kata Dubes Galuzin kepada awak media di kediamannya, Jakarta, Rabu 27 September 2017.
Ia juga menyarankan untuk warga Rusia yang mungkin sedang berada di Bali untuk berhati-hati dan menaati peraturan pemerintah daerah setempat.
"Kami juga prihatin dengan para pengungsi akibat erupsi Gunung Agung. Semoga semuanya baik-baik saja," ujar dia.
Gunung Agung yang menyandang status awas sejak 22 September, dinilai memasuki fase kritis. Kepala Pusat Informasi dan Data Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, setidaknya 500 gempa vulkanik terjadi dalam sehari.
Gempa yang terjadi juga berkekuatan tak lebih dari 5 Skala Richter (SR). Sutopo mengatakan, tercatat gempa yang paling kuat 3,8 SR. Gempa terjadi ketika Gunung Agung menyandang status awas.
Lebih dari 50 ribu warga sekitar telah mengungsi dari wilayah yang berdekatan dengan Gunung Agung.
Gejala-gejala ini merupakan karakter khas Gunung Agung sebelum terjadinya erupsi. Sejumlah antisipasi dan mitigasi penanganan bencana pun terus dilakukan sejumlah unsur baik Pemda setempat maupun BNPB.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News