Sejumlah warga melihat Gunung Agung dari Desa Batu Niti yang berjarak sekitar 12 kilometer dari gunung berstatus awas itu, Karangasem, Bali. (Foto: ANTARA)
Sejumlah warga melihat Gunung Agung dari Desa Batu Niti yang berjarak sekitar 12 kilometer dari gunung berstatus awas itu, Karangasem, Bali. (Foto: ANTARA)

Gunung Agung Status Awas, Australia Keluarkan Imbauan Bepergian

Sonya Michaella • 26 September 2017 12:18
medcom.id, Jakarta: Pemerintah Australia telah mengeluarkan imbauan bepergian untuk warganya ke Bali mengingat aktivitas vulkanik dari Gunung Agung semakin meningkat.
 
"Pemerintah daerah setempat juga sudah menangguhkan sementara semua kegiatan di luar ruangan seperti mendaki dan berkemah di dekat kawah. Mohon wisatawan asal Australia menaati peraturan setempat," sebut pernyataan resmi dari Kedutaan Besar Australia di Jakarta kepada Metrotvnews.com, Selasa 26 September 2017.
 
"Kabut asap dapat memengaruhi kesehatan dan rencana perjalanan Anda. Terdapat di sebagian besar wilayah barat laut kepulauan, terutama dari bulan Juli sampai Oktober," lanjut pernyataan tersebut.

Gunung Agung yang menyandang status awas sejak 22 September, dinilai memasuki fase kritis. Kepala Pusat Informasi dan Data Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, setidaknya 500 gempa vulkanik terjadi dalam sehari.
 
Gempa yang terjadi juga berkekuatan tak lebih dari 5 Skala Richter (SR). Sutopo mengatakan, tercatat gempa yang paling kuat 3,8 SR. Gempa terjadi ketika Gunung Agung menyandang status awas.
 
Lebih dari 50 ribu warga sekitar telah mengungsi dari wilayah yang berdekatan dengan Gunung Agung. 
 
Gejala-gejala ini merupakan karakter khas Gunung Agung sebelum terjadinya erupsi. Sejumlah antisipasi dan mitigasi penanganan bencana pun terus dilakukan sejumlah unsur baik Pemda setempat maupun BNPB. 
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WIL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan