Warga yang mengungsi di saat Gunung Agung di Bali dalam status awas (Foto: Antara).
Warga yang mengungsi di saat Gunung Agung di Bali dalam status awas (Foto: Antara).

AS Imbau Warganya Tidak Melakukan Perjalanan ke Gunung Agung

Marcheilla Ariesta • 26 September 2017 12:39
medcom.id, Surabaya: Perwakilan diplomatik Amerika Serikat (AS) yang ada di Indonesia, khususnya Surabaya, meminta warganya yang tinggal dan hendak bepergian ke wilayah dekat Gunung Agung untuk waspada. Peringatan ini dikeluarkan menyusul semakin meningkatnya aktivitas vulkanik baru-baru ini.
 
Lewat situs resmi Kedutaan Besar AS di Indonesia, mereka menyebarkan peringatan tersebut. (Baca: Warga Dilarang Melintasi Zona Merah Gunung Agung).
 
 
"Konsulat Jenderal AS di Surabaya mengingatkan warga AS yang tinggal di, atau bepergian ke Indonesia bahwa Gunung Agung telah menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik baru-baru ini," demikian dikutip dari situs resmi Kedutaan Besar AS di Indonesia, Selasa 26 September 2017.
 
Mereka juga meminta warganya untuk menghindari perjalanan ke daerah sekitar Gunung Agung dan juga memantau media lokal untuk perkembangan terkini. "Penduduk AS disarankan menghindari perjalanan ke daerah sekitar Gunung Agung, memantau media lokal untuk update dan mengecek bandara lokal untuk jadwal perjalanan udara," ujar pernyataan itu.
 
Konsul Jenderal AS di Surabaya juga meminta warganya untuk membaca beberapa situs kementerian dan lembaga yang terkait dengan bencana alam di Indonesia. Gunanya untuk mendapat informasi terbaru mengenai status gunung berapi tersebut.
 
Mereka juga meminta warga AS saling memberitahu satu dan lainnya jika erupsi sudah terjadi.
 
"Jika terjadi erupsi, kami mendorong warga AS di Indonesia untuk memberitahu teman dan keluarga mengenai kondisi mereka dan memperbarui status di media sosial," imbuhnya.
 
Sementara itu, pihak Konsulat Jenderal AS di Surabaya juga memberi nomor hotline yang dapat dihubungi untuk mencari informasi lainnya.
 
"Konsulat Jenderal A.S. di Surabaya terletak di Jl. Citra Raya Niaga No. 2, Surabaya dan dapat dihubungi di nomor +62 31-297-5300, 7.30 pagi sampai 4.00 sore. Senin sampai Jumat. Nomor darurat setelah jam kerja untuk warga A.S. adalah +62 81-133-4183. Unit Layanan Warga Negara Amerika Konsulat Jenderal juga dapat dihubungi melalui e-mail di SurabayaACS@state.gov," tutur mereka.
 
(Baca: Gunung Agung Status Awas, Australia Keluarkan Imbauan Bepergian).
 
 
Intensitas aktivitas vulkanik dan tektonik Gunung Agung meningkat tajam. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meningkatkan status Gunung Agung dari siaga menjadi awas.
 
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kasbani memaparkan, intensitas gempa Gunung Agung meningkat. Radius zona bahaya yang sebelumnya 6-7.5 kilometer ditingkatkan. Kini warga tidak boleh beraktivitas di jarak 9 kilometer dari puncak Gunung Agung.
 
"Jadi daerah itu harus segera dikosongkan dan harus dievakuasi jika masih ada penduduk di sana," tambahnya.
 
Hingga saat ini, Pura Besakih, salah satu tempat ibadah yang juga menjadi daya tarik wisatawan asing ditutup. Pasalnya pura tersebut berada di radius zona bahaya.
 
 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FJR)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan