medcom.id, Karangasem: Wilayah yang masuk dalam kategori Kawasan Rawan Bencana (KRB) telah dipasang papan pengumuman. Turis maupun warga sudah tak diperbolehkan memasuki zona merah Gunung Agung.
Untuk mengantisipasi agar warga tidak masuk ke dalam zona merah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memasang spanduk larangan di sejumlah titik. Terutama di wilayah Karangasem yang diprediksi terkena dampak erupsi maupun lahar.
Walau demikian, Metrotvnews.com masih dapat melihat banyak warga yang wara-wiri menuju kediamannya di Jalan Raya Besakih. Padahal, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah membuat maklumat agar radius 9 Km dan radius sektoral sejauh 12 Km disterilkan.
Salah satu warga yang nekat masuk ke dalam radius zona merah bernama Ketut Ariani. Sambil membawa anaknya yang masih bayi, dia dibonceng sang suami keluar rumah. Dia mengatakan sengaja datang ke rumahnya untuk mengambil perlengkapan anaknya yang masih tujuh bulan.
"Ngambil celana dedeknya habis soalnya," ungkap Ariani ke Metrotvnews.com, Selasa 26 September 2017.
Oho berusaha memindahkan ternaknya. Foto: MTVN/Raiza Andini
Oho, warga lain yang berjibaku menyelamatkan hewan ternaknya di tengah ancaman Gunung Agung yang bisa meletus sewaktu-waktu
"Kasihan nanti kalau tidak dievakuasi, mereka mati terpanggang. Beruntung ada LSM yang peduli dengan hewan hewan ternak saya bisa dipindahkan ke tempat yang lebih aman," tandasnya.
Kepala PVMBG Kasbani telah merekomendasikan Pemerintah Provinsi Bali untuk mensterilkan kawasan rawan bencana dari aktivitas manusia.
"Karena mengacu pada 1963 wilayah-wilayah dalam radius 9KM inilah yang akan terkena dampak erupsi kami merekomendasikan untuk segera dikosongkan," tutupnya.
medcom.id, Karangasem: Wilayah yang masuk dalam kategori Kawasan Rawan Bencana (KRB) telah dipasang papan pengumuman. Turis maupun warga sudah tak diperbolehkan memasuki zona merah Gunung Agung.
Untuk mengantisipasi agar warga tidak masuk ke dalam zona merah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memasang spanduk larangan di sejumlah titik. Terutama di wilayah Karangasem yang diprediksi terkena dampak erupsi maupun lahar.
Walau demikian,
Metrotvnews.com masih dapat melihat banyak warga yang wara-wiri menuju kediamannya di Jalan Raya Besakih. Padahal, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah membuat maklumat agar radius 9 Km dan radius sektoral sejauh 12 Km disterilkan.
Salah satu warga yang nekat masuk ke dalam radius zona merah bernama Ketut Ariani. Sambil membawa anaknya yang masih bayi, dia dibonceng sang suami keluar rumah. Dia mengatakan sengaja datang ke rumahnya untuk mengambil perlengkapan anaknya yang masih tujuh bulan.
"
Ngambil celana dedeknya habis soalnya," ungkap Ariani ke
Metrotvnews.com, Selasa 26 September 2017.
Oho berusaha memindahkan ternaknya. Foto: MTVN/Raiza Andini
Oho, warga lain yang berjibaku menyelamatkan hewan ternaknya di tengah ancaman Gunung Agung yang bisa meletus sewaktu-waktu
"Kasihan nanti kalau tidak dievakuasi, mereka mati terpanggang. Beruntung ada LSM yang peduli dengan hewan hewan ternak saya bisa dipindahkan ke tempat yang lebih aman," tandasnya.
Kepala PVMBG Kasbani telah merekomendasikan Pemerintah Provinsi Bali untuk mensterilkan kawasan rawan bencana dari aktivitas manusia.
"Karena mengacu pada 1963 wilayah-wilayah dalam radius 9KM inilah yang akan terkena dampak erupsi kami merekomendasikan untuk segera dikosongkan," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SUR)