Vaksin keluaran sinovac yang diuji di Brasil dan Indonesia. Foto: AFP
Vaksin keluaran sinovac yang diuji di Brasil dan Indonesia. Foto: AFP

Negara Kaya Sudah Borong Vaksin Covid-19 Potensial

Internasional Virus Korona vaksin covid-19
Fajar Nugraha • 17 September 2020 15:05
Brusselss: Negara-negara kaya yang mewakili sebagian kecil dari populasi global, telah memborong lebih dari setengah stok vaksin covid-19 yang potensial. Penelitian menunjukkan, Presiden AS Donald Trump berjanji untuk mulai menyuntik rakyat Amerika dalam beberapa minggu dengan vaksin.
 
Perusahaan farmasi besar berlomba untuk menghasilkan suntikan yang efektif untuk melawan virus yang kini telah menewaskan lebih dari 940.720 orang di seluruh dunia dan menginfeksi hampir 30 juta orang.
 
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen pada Rabu 17 September 2020 memperingatkan terhadap ‘nasionalisme vaksin’ yang katanya dapat membahayakan nyawa. Nasionalisme vaksin ini bisa mengorbankan pihak yang paling rentan, yakni negara-negara miskin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tetapi sebuah studi yang dirilis oleh Oxfam menunjukkan sekelompok negara kaya yang mewakili hanya 13 persen dari populasi dunia telah mendapatkan bagian terbesar dari dosis vaksin yang sangat dinantikan itu.
 
"Akses ke vaksin penyelamat tidak harus bergantung pada di mana Anda tinggal atau berapa banyak uang yang Anda miliki," kata Robert Silverman dari Oxfam America, seperti dikutip AFP, Kamis 17 September 2020.
 
"Covid-19 di mana saja, ada covid-19 di mana-mana,” ucap Silverman.
 
“Lima kandidat vaksin terkemuka yang saat ini dalam uji coba tahap akhir akan mampu memasok 5,9 miliar dosis, cukup untuk menyuntik sekitar tiga miliar orang,” kata laporan Oxfam.
 

 
Oxfam menyebutkan bahwa sekitar 51 persen dari suntikan itu telah diambil oleh mereka yang memiliki uang termasuk, Amerika Serikat, Inggris, Uni Eropa, Australia, Hong Kong dan Makau, Jepang, Swiss, dan Israel.
 
Sisanya 2,6 miliar telah dibeli atau dijanjikan kepada negara-negara berkembang termasuk India, Bangladesh, Tiongkok, Brasil, Indonesia dan Meksiko.

Nasionalisme vaksin

Trump pada Rabu mengatakan dia akan mulai meluncurkan vaksin di Amerika segera dalam hitungan minggu. Sikap Trump bertentangan dengan keraguan yang diungkapkan oleh Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Robert Redfield.
 
Redfield yang bersaksi di depan Kongres pada Rabu dan menyebutkan bahwa vaksin apa pun tahun ini tidak akan digunakan secara luas. Dia menegaskan bahwa suntikan vaksin tidak mungkin tersedia secara luas hingga pertengahan 2021.
 
"Kami sangat dekat dengan vaksin itu seperti yang Anda ketahui. Kami pikir kami dapat mulai sekitar Oktober atau segera setelahnya,” klaim Trump.
 
Partai Demokrat telah menyatakan keprihatinan bahwa Trump menekan regulator kesehatan pemerintah dan ilmuwan untuk menyetujui vaksin yang dipercepat pada waktunya. Langkah ini diduga untuk membantu upayanya menang dalam Pemilu Presiden AS November mendatang.
 
Tetapi kecaman secara implisit atas pendekatan Trump terhadap pandemi, Von der Leyen mengatakan Eropa akan mendukung badan multilateral seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dengan upayanya untuk distribusi yang lebih adil.
 
"Tak satu pun dari kita akan selamat, hingga seluruhnya dapat dipastikan aman di mana pun kita tinggal, apa pun yang kita miliki," katanya.
 
"Nasionalisme vaksin membahayakan nyawa. Kerja sama vaksin menyelamatkan manusia,” pungkas Von der Leyen.

 
(FJR)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif