Dua berita terpopuler lainnya adalah ditemukannya lambung kapal wisata yang hilang di perairan Jepang dan bantuan obat-obatan dari Indonesia ke Sri Lanka.
Berikut selengkapnya:
Zelensky Tegaskan Kesiapan Negosiasi Evakuasi Warga dari Mariupol
Kesiapan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk evakuasi Mariupol disampaikan saat dirinya bertemu Guterres di Kiev pada Jumat kemarin. Beberapa hari sebelumnya, Guterres juga telah membicarakan seputar Mariupol dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Dewan Kota Mariupol mengatakan sekitar 100.000 penduduk di seluruh kota berada "dalam bahaya maut" karena gempuran Rusia dan kondisi yang tidak sehat secara keseluruhan. Banyak dari mereka kekurangan makanan dan air minum.
Apa komentar Guterres seputar situasi di Mariupol? Cek selengkapnya di sini.
Setelah Enam Hari Hilang, Lambung Kapal Wisata Jepang Ditemukan
Jepang pada Jumat kemarin menemukan lambung kapal wisata yang dinyatakan hilang di perairan Hokkaido. Penemuan terjadi enam hari setelah kapal itu hilang dalam kecelakaan yang menewaskan setidaknya 14 orang.
"Lambung Kazu I diidentifikasi di perairan sekitar 100 meter di lepas semenanjung Shiretoko di pulau utara Hokkaido dalam rekaman dari kamera bawah air Pasukan Bela Diri Maritim Jepang," kata penyiar NHK.
Sebanyak 26 penumpang termasuk dua anak dan dua awak. “14 penumpang lain ditemukan tewas dengan sisanya belum ditemukan,” sebut pejabat penjaga pantai.
Apa lagi detail seputar insiden kapal wisata Kazu I ini? Cek selengkapnya di sini.
Bantuan 3,1 Ton Obat-obatan dari Indonesia Tiba di Sri Lanka
Bantuan kemanusiaan dari Indonesia ke Sri Lanka telah tiba pada Kamis, 28 April sore waktu setempat di Bandaranaike International Airport (BIA) di Katunayake. Bantuan pertama ini berisi obat-obatan dan alat kesehatan.
Bantuan tersebut diangkut maskapai Sri Lankan Air dan mendarat sekitar pukul 17.30 waktu setempat. Bantuan kemudian diserahkan secara simbolis oleh Duta Besar RI untuk Sri Lanka, Dewi Gustina Tobing.
Penyerahan bantuan diberikan kepada Menteri Kesehatan Sri Lanka Channa Jayasumana. Pada prosesi serah terima bantuan tersebut, Channa juga didampingi perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Sri Lanka, Alaka Singih serta Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Asela Gunawardana.
Apa pernyataan Dubes Dewi atas penyaluran bantuan ini? Cek selengkapnya di sini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News