Ruang eksekusi mati di Amerika Serikat (AS). Foto: AFP
Ruang eksekusi mati di Amerika Serikat (AS). Foto: AFP

Texas Eksekusi Tahanan Terpidana Mati Tertua

Internasional Amerika Serikat eksekusi mati Kasus Pembunuhan Hukuman Mati
Fajar Nugraha • 22 April 2022 18:04
Texas: Texas mengeksekusi terpidana mati tertua pada Kamis 21 April 2022. Dia adalah seorang pria berusia 78 tahun yang dihukum karena membunuh seorang polisi lebih dari 30 tahun yang lalu, ketika terjadi pemeriksaan lalu lintas rutin.
 
Pengacara Carl Buntion telah mengajukan banding terakhir ke Mahkamah Agung Amerika Serikat untuk meminta penundaan, tetapi ditolak.
 
“Dia dieksekusi dengan suntikan mematikan dan dinyatakan meninggal pada pukul 18:39 waktu setempat,” menurut Departemen Peradilan Pidana Texas, seperti dikutip AFP, Jumat 22 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Negara bagian AS kedua, Tennessee, juga telah merencanakan untuk mengeksekusi narapidana lain, Oscar Franklin Smith, yang berusia 72 tahun. Dia akan dieksekusi dengan suntikan mematikan pada Kamis karena membunuh istrinya dan dua putranya yang masih remaja pada 1989.
 
Tetapi Gubernur Bill Lee menulis tweet bahwa Smith telah diberikan izin tinggal sementara karena "kekeliruan dalam persiapan untuk suntikan mematikan." Lee mengatakan rincian lebih lanjut akan dirilis bila tersedia.
 
Buntion adalah orang tertua yang menjalani hukuman mati di Texas. Ini adalah negara bagian selatan konservatif yang menempatkan lebih banyak tahanan mati daripada negara bagian Amerika lainnya.
 
Pada Juni 1990, dia menembak dan membunuh petugas polisi Houston James Irby selama pemberhentian lalu lintas rutin. Saat itu dia sudah memiliki catatan kriminal yang panjang dan bebas bersyarat setelah dihukum karena melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.
 
Dalam kata-kata terakhirnya di penjara negara bagian di Huntsville, yang dirilis oleh Departemen Kehakiman Texas, Buntion mengatakan dia ingin keluarga Irby mengetahui satu hal: "Saya menyesal atas apa yang saya lakukan."
 
Dia mengatakan dia berdoa agar keluarga itu mendapatkan penutupan "bagi saya yang membunuh ayah mereka."
 
"Saya siap untuk pergi," tambahnya.
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif