Warga Jerman yang memprotes kebijakan anticovid pemerintah. Foto: AFP
Warga Jerman yang memprotes kebijakan anticovid pemerintah. Foto: AFP

Suami Angela Merkel Sebut Warga Jerman yang Tidak Divaksinasi Covid-19 ‘Pemalas'

Internasional jerman Angela Merkel covid-19 Vaksinasi covid-19 Kasus Covid-19 Eropa Meningkat
Fajar Nugraha • 24 November 2021 09:44
Frankfurt: Suami Kanselir Angela Merkel menuduh warga Jerman yang tidak divaksinasi sebagai orang yang malas. Komentarnya muncul ketika seruan semakin keras bagi negara itu untuk mempertimbangkan mewajibkan suntikan virus korona wajib untuk memerangi peningkatan dramatis dalam infeksi.
 
Melonjaknya angka covid-19 Jerman sebagian telah disalahkan pada tingkat vaksinasi yang relatif rendah dibandingkan dengan negara-negara Eropa Barat seperti Prancis, Italia atau Spanyol, dengan hanya 68 persen dari populasi yang sepenuhnya disuntik.
 
"Sungguh mengherankan bahwa sepertiga dari populasi tidak mengikuti temuan ilmiah," kata suami Merkel, Joachim Sauer, dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Italia La Repubblica dan dikutip oleh harian Jerman Die Welt, yang dikutip dari AFP, Rabu 24 November 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sebagian, ini karena kemalasan dan kepuasan tertentu orang Jerman," kata Sauer, yang jarang berbicara di depan umum.
 
Baca: Menkes Jerman: Warga Akan Divaksin, Pilihannya Sembuh atau Meninggal.
 
"Kelompok lain adalah orang-orang yang mengikuti keyakinan pribadi, semacam reaksi ideologis terhadap apa yang mereka anggap sebagai kediktatoran vaksinasi," tegas Sauer, kelompok yang katanya juga termasuk beberapa dokter dan ilmuwan.
 
Seperti istrinya yang terkenal, Sauer adalah seorang ahli kimia kuantum, dan berada di Italia untuk kunjungan akademis.
 
Komentar Sauer muncul sehari setelah Merkel memperingatkan bahwa Jerman tidak berbuat cukup untuk menahan gelombang keempat pandemi yang "sangat dramatis".
 
Kanselir yang akan mengakhiri masa jabatannya, berulang kali mendesak warga Jerman untuk divaksinasi. Merkel bertindak dalam kapasitas sementara dan kemungkinan akan digantikan oleh Menteri Keuangan Olaf Scholz bulan depan.

Harga tinggi

Penyerapan vaksin yang lamban dan pengisian tempat tidur perawatan intensif yang cepat telah memicu perdebatan sengit tentang apakah Jerman harus mengikuti contoh negara tetangga Austria dan membuat vaksin virus korona wajib.
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif