Warga Jerman mengantre untuk mendapatkan suntikan vaksin covid-19. Foto: AFP
Warga Jerman mengantre untuk mendapatkan suntikan vaksin covid-19. Foto: AFP

Menkes Jerman: Warga Akan Divaksin, Pilihannya Sembuh atau Meninggal

Internasional jerman covid-19 Vaksinasi covid-19 Kasus Covid-19 Eropa Meningkat
Medcom • 23 November 2021 17:05
Berlin: Menteri Kesehatan Jerman, Jens Spahn memperingatkan, sebagian besar warga akan “divaksinasi, disembuhkan atau meninggal dunia” akibat covid-19 dalam beberapa bulan. Pernyataan ini disampaikan pada Senin, 22 November 2021, saat Spahn mendesak lebih banyak warga untuk divaksin.
 
“Mungkin pada akhir musim dingin ini, seperti yang kadang-kadang dikatakan sinis, hampir semua warga di Jerman akan divaksinasi, disembuhkan atau meninggal,” kata Spahn.
 
Spahn menyalahkan peningkatan saat ini diakibatkan varian Delta yang sangat menular.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Itulah mengapa kami sangat merekomendasikan vaksinasi,” tambah menteri berusia 41 tahun tersebut.
 
Dilansir dari Channel News Asia, Selasa, 23 November 2021, peringatan keras datang saat Jerman berlomba untuk menahan rekor peningkatan kasus covid-19 dalam beberapa pekan terakhir. Rumah sakit pun membunyikan alarm terkait unit perawatan intensif yang meluap.
 
Meskipun akses luas untuk mendapatkan suntikan vaksin covid-19 gratis, hanya 68 persen dari populasi Jerman yang divaksinasi penuh. Menurut para ahli, angkanya terlalu rendah untuk mengendalikan pandemi.
 
Badan Kesehatan Robert Koch Institute (RKI) mencatat, kasus di Jerman, yang merupakan negara terpadat di Uni Eropa (UE) kembali bertambah 30.643 pada Senin. Sehingga, total sejak awal pandemi menjadi lebih dari 5,3 juta.
 
Sejauh ini, hampir 100 ribu warga telah meninggal dunia, termasuk 62 selama 24 jam terakhir, “Kami memiliki situasi yang sangat, sangat sulit di banyak rumah sakit,” ucap Spahn.
 
Pekan lalu, Jerman mengumumkan pembatasan virus korona yang lebih keras guna menahan gelombang keempat covid-19 yang semakin  mengganas. Pembatasan ketat pun diterapkan di daerah dengan tingkat rawat inap yang tinggi, dimana mereka yang tidak divaksinasi akan mengunjungi bioskop, tempat olahraga, dan makan di dalam ruangan.
 
Para pekerja diminta untuk kembali bekerja dari rumah, apabila memungkinkan. Sementara itu, siapa pun yang pergi ke tempat kerja harus membuktikan mereka telah divaksinasi, pulih, atau dites negatif. Sistem ini dikenal sebagai ‘3G’. Aturan yang sama  disebut berlaku untuk angkutan umum di daerah tersebut.
 
Beberapa daerah yang paling terpukul di Jerman, termasuk Bavaria dan Saxony telah melangkah lebih jauh. Mereka membatalkan acara besar seperti pasar Natal dan secara efektif melarang mereka yang tidak divaksinasi dari kegiatan publik.
 
Semua orang dewasa yang divaksinasi diketahui telah didesak untuk mendapatkan suntikan booster guna memerangi memudarnya kemanjuran vaksin setelah enam bulan.
 
Namun, Kanselir Jerman, Angela Merkel mengatakan kepada para pemimpin partai konservatifnya, tindakan yang diambil untuk menghentikan penyebaran covid-19 di Jerman tidak cukup. Merkel menegaskan, tindakan yang lebih kuat perlu diambil.
 
“Kami berada dalam situasi yang sangat dramatis. Apa yang ada sekarang tidak cukup,” kata Merkel kepada para pemimpin Persatuan Demokrat Kristen Jerman (CDU) dalam sebuah pertemuan, menurut dua peserta.
 
Kanselir berusia 67 tahun tersebut meminta 16 negara bagian Jerman untuk memutuskan tindakan keras pada Rabu. Tetangga Jerman, Austria pun tengah memberlakukan penguncian secara penuh pada Senin. Spahn menyatakan pada Jumat, Jerman dapat mengikuti langkah itu. (Nadia Ayu Soraya)
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif