Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo. Foto: AFP
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo. Foto: AFP

Cecar Menlu AS, Jurnalis Asal Indonesia Tak Lagi Ditugaskan di Gedung Putih

Internasional amerika serikat kebebasan pers Mike Pompeo Voice of America (VOA)
Fajar Nugraha • 14 Januari 2021 10:04
Washington: Jurnalis Voice of America yang bertugas di Gedung Putih, Patsy Widakuswara, dibebastugaskan. Ini terjadi karena dia mencecar Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo dengan berbagai pertanyaan.
 
Kejadian itu berlangsung saat Pompeo hadir di kantor penyiaran milik Pemerintah AS tersebut pada Senin 12 Januari 2021 untuk memberikan pidato. Namun Pompeo tidak membahas sama sekali tentang penyerangan massa pendukung Presiden Donald Trump ke Gedung Kongres AS.
 
Patsy yang merupakan diaspora Indonesia yang sudah lama bermukim di Negeri Paman Sam, melontarkan beberapa pertanyaan kepada sekutu Presiden Trump itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Dalam sesi tanya jawab yang lebih menyenangkan oleh Direktur baru VOA, Robert R. Reilly, tidak ada bahasan mengenai serangan ke Gedung Capitol. Sampai saat ini, Pompeo, sekutu setia Trump, sama sekali tidak membahas serangan terhadap Capitol AS,” laporan dari NPR, yang dikutip Medcom.id, Kamis 14 Januari 2021.
 
Saat Pompeo berjalan keluar dari gedung VOA, mengacungkan jempol kepada seorang pria yang bertukar komentar di serambi yang ramai, Patsy melontarkan beberapa pertanyaan. Dia bertanya apa yang akan dilakukan Pompeo untuk memperbaiki reputasi AS di seluruh dunia, selain juga mengenai ucapan Pompeo yang yakin periode kedua Trump di saat Joe Biden sudah dinyatakan menang.
 
“Menteri, apakah Anda menyesal mengatakan akan ada pemerintahan Trump yang kedua?,” tanya Patsy, yang tidak dijawab oleh Pompeo.
 
Kemudian Patsy menguplod tweet rekaman video dari pertanyaan itu, yang menunjukkan kerumunan orang di sekitarnya. Audio kontemporer yang diperoleh NPR menunjukkan Patsy yang kemudian menoleh untuk menekan Reilly: "Direktur, mengapa Anda tidak menanyakan satu pun pertanyaan yang ingin kami ketahui?"
 
Ketika ditanya siapa dirinya, jurnalis senior itu pun mengidentifikasi dirinya sebagai reporter Voice of America Gedung Putih. Reilly yang marah terdengar berkata, "Kamu jelas tidak tahu bagaimana harus bersikap," menambahkan, dia tidak "berwenang" berada di sana untuk mengajukan pertanyaan.
 
"Saya tahu, tapi saya jurnalis, dan saya dibayar untuk mengajukan pertanyaan,” imbas Patsy.
 
Wakil dari Reilly, Elizabeth Robbins kemudian muncul menghentikan perdebatan dengan mengatakan, ”semua sudah selesai di sini."
 
Robbins, yang sebelumnya adalah pejabat Kementerian Luar Negeri di bawah Pompeo, membuat permintaan Senin malam agar Patsy Widakuswara dipindahkan dari tugas meliput Gedung Putih. Melalui juru bicaranya, Voice of America mengatakan tidak mengomentari masalah internal.
 
Sekelompok pelapor anonim mengajukan pengaduan resmi minggu lalu atas kunjungan Pompeo, mengatakan itu adalah propaganda dan bahwa niat Reilly untuk menyiarkan pendapat melalui gelombang udara VOA adalah pelanggaran perlindungan ruang redaksi untuk independensi editorial.
 
Dewan Asosiasi Pers Gedung Putih merilis pernyataan yang mengutuk pemerintahan Trump karena menggeser Widakuswara.
 
"Pada saat dunia telah menyaksikan serangan terhadap lembaga-lembaga demokrasi kita, pemerintahan Trump telah memilih untuk mengirim pesan lain, dengan serangan terhadap Amandemen Pertama," bunyi pernyataan yang dirilis oleh presiden kelompok itu, Zeke Miller.
 
"Penugasan ulang VOA atas Patsy Widakuswara karena melakukan pekerjaannya, yakni mengajukan pertanyaan, merupakan penghinaan terhadap cita-cita yang didiskusikan Menteri Luar Negeri Pompeo dalam pidatonya Senin,” imbuh Miller.
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif