Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Mayor Jenderal Igor Konashenkov. Foto: Tass
Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Mayor Jenderal Igor Konashenkov. Foto: Tass

Populer Internasional: Rusia Bebaskan Warga Turki di Ukraina hingga Korban Badai Megi

Internasional ukraina Taliban turki rusia pakistan Recep Tayyip Erdogan Berita Terpopuler Hari Ini Berita Terpopuler Internasional Perang Rusia-Ukraina
Fajar Nugraha • 18 April 2022 11:05
Mariupol: Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Mayor Jenderal Igor Konashenkov menyatakan pada Minggu, 17 April 2022 bahwa pasukan khusus Rusia membebaskan sejumlah warga Turki yang ditahan dalam Masjid Turki di Mariupol, Ukraina.
 
Kabar bebasnya warga Turki itu menjadi berita terpopuler Internasional Medcom yang diikuti dengan isu tentang Pakistan peringatkan Afghanistan untuk tidak menampung militan.
 
Kemudian diikuti dengan data terkini mengenai korban tewas badai Megi di Filipina yang menjadi 172 orang dan 2 juta orang terlantar. Berikut selengkapnya mengenai berita terpopuler Internasional Medcom:

1. Atas Permintaan Erdogan, Pasukan Rusia Bebaskan Warga Turki di Ukraina

Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Mayor Jenderal Konashenkov menyatakan pada Minggu, 17 April 2022 bahwa pasukan khusus Rusia membebaskan sejumlah warga Turki yang ditahan dalam Masjid Turki di Mariupol, Ukraina.
 
“Operasi khusus untuk membebaskan sandera, yang ditahan di Masjid Turki oleh Nazi Ukraina, dilakukan pada 16 April dalam aksi penyerangan untuk membebaskan Mariupol dan atas permintaan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan,” kata Konashenkov, dikutip dari media pemerintah Rusia TASS, Senin, 18 April 2022.
 
Konashenkov mengatakan bahwa aksi tenggang hati tim pasukan khusus Rusia berhasil membuat masjid tidak lagi ditutup. Sebanyak 29 anggota kelompok bersenjata pun tewas, termasuk sejumlah tentara bayaran.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Apa yang diminta dari Erdogan kepada Rusia? Simak di sini.

2. Pakistan Peringatkan Afghanistan untuk Tidak Menampung Militan

Pakistan memperingatkan pemerintah Afghanistan yang kini dikuasai kelompok Taliban untuk berhenti menampung dan memberikan tempat perlindungan kepada sejumlah militan. Peringatan dilayangkan usai Pakistan melancarkan serangan udara di dua provinsi Afghanistan pada Jumat malam, menewaskan setidaknya 30 orang termasuk beberapa warga sipil.
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif