Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Mayor Jenderal Igor Konashenkov. Foto: Tass
Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Mayor Jenderal Igor Konashenkov. Foto: Tass

Atas Permintaan Erdogan, Pasukan Rusia Bebaskan Warga Turki di Ukraina

Internasional ukraina turki rusia Rusia-Ukraina Recep Tayyip Erdogan Perang Rusia-Ukraina
Medcom • 18 April 2022 09:55
Moskow: Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Mayor Jenderal Igor Konashenkov menyatakan pada Minggu, 17 April 2022 bahwa pasukan khusus Rusia membebaskan sejumlah warga Turki yang ditahan dalam Masjid Turki di Mariupol, Ukraina.
 
“Operasi khusus untuk membebaskan sandera, yang ditahan di Masjid Turki oleh Nazi Ukraina, dilakukan pada 16 April dalam aksi penyerangan untuk membebaskan Mariupol dan atas permintaan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan,” kata Konashenkov, dikutip dari media pemerintah Rusia TASS, Senin, 18 April 2022.
 
Konashenkov mengatakan bahwa aksi tenggang hati tim pasukan khusus Rusia berhasil membuat masjid tidak lagi ditutup. Sebanyak 29 anggota kelompok bersenjata pun tewas, termasuk sejumlah tentara bayaran.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Para sandera, yang merupakan warga dari salah satu negara Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (CIS), telah dibebaskan dan dibawa ke tempat yang aman,” ujarnya.
 
Sebelumnya, Rusia melayangkan ultimatum kepada sekelompok prajurit Ukraina yang masih tersisa di kota pelabuhan Mariupol pada Sabtu kemarin. "Menyerah saat subuh atau mati," bunyi ultimatum tersebut.
 
Konashenkov mengatakan bahwa sebagian besar pasukan Ukraina sudah diusir dari Mariupol, dengan hanya ada segelintir prajurit tersisa yang masih bertahan di area pabrik baja.
 
Kota Mariupol di wilayah selatan telah menjadi simbol perlawanan Ukraina terhadap invasi Rusia yang berlangsung sejak 24 Februari lalu. Meski dikepung dan diserang habis-habisan, pasukan Ukraina di Mariupol secara mengejutkan mampu bertahan selama lebih dari 1,5 bulan.
 
Pertempuran sengit di Mariupol telah membuat banyak warga sipil terperangkap dan kelaparan. Sebagian warga dari kota tersebut telah dievakuasi otoritas Ukraina, namun ada juga kabar yang menyebut bahwa sejumlah lainnya telah ditransfer secara paksa ke Rusia. (Kaylina Ivani)
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif