Polisi Prancis dengan latar belakang spanduk ucapan kenangan untuk Samuel Paty. Foto: AFP
Polisi Prancis dengan latar belakang spanduk ucapan kenangan untuk Samuel Paty. Foto: AFP

Tiga Remaja Didakwa dalam Kasus Pemenggalan Guru Prancis

Internasional prancis Kartun Nabi Muhammad Emmanuel Macron
Fajar Nugraha • 07 November 2020 05:42
Paris: Sebanyak tiga remaja didakwa Jumat 6 November atas pembunuhan guru sejarah Prancis Samuel Paty, yang dipenggal kepalanya bulan lalu setelah memperlihatkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya. Paty menunjukkan kartun itu selama pelajaran kebebasan berbicara.
 
“Ada dua pria berusia 18 tahun dan seorang gadis berusia 17 tahun telah didakwa dengan "konspirasi teroris kriminal", kata sumber kepolisian Prancis, seperti dikutip AFP, Sabtu 7 November 2020.
 
“Mereka sebelumnya ditangkap pada Selasa 3 November 2020,” jelas sumber itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Orang-orang itu -,satu orang Prancis dan satu orang Rusia asal Chechnya,- diduga telah melakukan kontak dengan pembunuh Paty, Abdullakh Anzorov yang berusia 18 tahun, dan telah ditempatkan dalam penahanan pra-sidang.
 
Gadis itu ditempatkan di pusat penahanan remaja. Dia telah melakukan kontak dengan salah satu dari dua pria itu.
 
Paty, dipenggal di dekat sekolahnya di pinggiran kota Paris oleh Anzorov, juga seorang Chechnya, sebagai tanggapan atas kampanye media sosial yang mengecam penggunaan kartun oleh guru yang diterbitkan oleh mingguan satir Charlie Hebdo di kelas tentang kebebasan berekspresi.
 
Orang-orang itu -,satu orang Prancis dan satu orang Rusia asal Chechnya,- diduga telah melakukan kontak dengan pembunuh Paty, Abdullakh Anzorov yang berusia 18 tahun, dan telah ditempatkan dalam penahanan pra-sidang.
 
Gadis itu ditempatkan di pusat penahanan remaja. Dia telah melakukan kontak dengan salah satu dari dua pria itu.
 
Paty dipenggal di dekat sekolahnya di pinggiran kota Paris oleh Anzorov, sebagai tanggapan atas kampanye media sosial yang mengecam penggunaan kartun oleh guru yang diterbitkan oleh mingguan satir Charlie Hebdo di kelas tentang kebebasan berekspresi.

Mendukung terorisme

Juga pada Jumat, jaksa penuntut di kota utara Cambrai mengatakan tiga remaja berusia antara 15 dan 17 tahun dituduh "mendukung terorisme" atas ancaman yang dibuat selama penghormatan nasional kepada Paty pada hari Senin.
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif