Presiden Rusia Vladimir Putin. (AFP)
Presiden Rusia Vladimir Putin. (AFP)

Populer Internasional: Putin Kecam AS hingga Kapal Gandum Tinggalkan Ukraina

Willy Haryono • 17 Agustus 2022 10:11
Moskow: Presiden Rusia Vladimir Putin menuduh Amerika Serikat (AS) berusaha untuk memperpanjang konflik di Ukraina dan memicu konflik di tempat lain di dunia. Ia merujuk pada kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan yang memicu ketegangan dengan Tiongkok.
 
Tuduhan Putin itu menjadi salah satu berita terpopuler di kanal internasional Medcom.id pada Rabu, 17 Agustus 2022.
 
Dua berita terpopuler lainnya adalah seputar seruan Tiongkok kepada AS agar berhenti mengambil langkah keliru terkait isu Taiwan dan mengenai keberangkatan kapal berisi bantuan makanan dari Ukraina menuju benua Afrika.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berikut selengkapnya:

Putin Kecam AS yang Dianggap Picu Konflik di Ukraina dan Taiwan

"Situasi di Ukraina menunjukkan bahwa AS sedang berusaha untuk memperpanjang konflik ini. Dan mereka bertindak dengan cara yang persis sama, memicu potensi konflik di Asia, Afrika, dan Amerika Latin," kata Putin dalam pidato yang disiarkan di televisi.
 
"Petualangan Amerika dalam kaitannya dengan Taiwan bukan hanya perjalanan seorang politisi individu yang tidak bertanggung jawab, tetapi bagian dari strategi AS yang disengaja dan sadar untuk mengacaukan dan membuat kacau situasi di kawasan dan dunia," tambahnya.
 
Apa lagi yang disampaikan Putin terkait hal ini? Cek selengkapnya di sini.

Tiongkok Minta AS Berhenti Melangkah ke 'Arah yang Salah' Terkait Isu Taiwan

Wakil Tetap Tiongkok untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Zhang Jun meminta AS untuk "berhenti melangkah lebih jauh ke arah yang salah" terkait isu Taiwan. Pernyataan disampaikan usai AS kembali mengirim delegasi parlemen ke Taiwan beberapa hari lalu.
 
Delegasi kedua AS tiba di Taiwan pada Minggu malam kemarin. Kunjungan dua malam tersebut kemungkinan akan semakin meningkatkan ketegangan antara AS dan Tiongkok.
 
"Seluruh dunia telah menyaksikan dengan jelas siapa yang memprovokasi, yang mengubah status quo, dan juga yang mencoba membuat masalah di belahan dunia," ujar Zhang Jun.
 
Apa lagi yang disampaikan Tiongkok terkait hal ini? Cek selengkapnya di sini.

Kapal Pertama Pengangkut Bantuan Makanan untuk Afrika Tinggalkan Ukraina

Kapal pertama pengangkut bantuan makanan untuk benua Afrika telah meninggalkan pelabuhan Pivdennyi, Ukraina pada Selasa, 16 Agustus 2022. Pengiriman ini merupakan bagian dari perjanjian Rusia-Ukraina di tengah masih berlangsungnya konflik bersenjata antar kedua negara tersebut.
 
Brave Commander, kapal yang disewa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), telah meninggalkan Ukraina menuju Djibouti pada Selasa kemarin.
 
Berapa banyak muatan makanan yang diangkut Brave Commander ke Afrika? Cek selengkapnya di sini.
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif