Kamp imigran Afrika di Tripoli, Libya, yang terkena serangan udara. (Foto: AFP)
Kamp imigran Afrika di Tripoli, Libya, yang terkena serangan udara. (Foto: AFP)

Libya Sebut Negara Asing Dalangi Serangan Penampungan Imigran

Internasional konflik libya imigran
Fajar Nugraha • 04 Juli 2019 07:04
Tripoli: Menteri Libya mengatakan, serangan udara yang menghantam sebuah penampungan imigran di Tripoli, didalangi oleh pihak asing. Serangan udara itu menewaskan 44 orang.
 
Baca juga: Serangan Udara Sasar Kamp Imigran Libya, 40 Tewas.
 
“Negara-negara asing yang bersekutu dengan Tentara Nasional Libya (LNA) yang dipimpin Khalifa Haftar dan melakukan aksi tersebut setelah pasukan Haftar kehilangan kontrolnya atas kota strategis Gharyan pekan lalu,” ujar Menteri Dalam Negeri Libya Fathi Bashagha, seperti dikutip AFP, Kamis, 4 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bashagha tidak menyebut nama negara-negara yang ditudingnya dan ataupun menyuguhkan bukti. Tetapi Haftar diketahui telah menerima bantuan dari Mesir, Uni Emirat Arab dan Rusia.
Pemerintah Libya pun menuding serangan udara itu dilakukan pasukan Haftar.
 
Bashagha membantah ada gudang senjata di pusat penahanan imigran itu. Namun dua imigran yang berbicara mengungkapkan, milisi yang mengoperasikan fasilitas itu menyimpan senjata dan kendaraannya di gudang dekat sebuah hangar di mana para imigran ditahan. Mereka mengatakan, baik gudang maupun hangar itu dihantam serangan udara.
 
Sebelumnya, Ketua Komisi Uni Afrika Moussa Faki Mahamat mengecam serangan itu. Ia menyerukan penyelidikan independen atas serangan udara terhadap pusat penahanan Tajoura itu dan meminta pertanggungjawaban mereka yang melakukan kejahatan keji itu
 
Kejahatan perang
 
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bersuara keras terhadap serangan udara pusat penampungan imigran.PBB mengatakan serangan udara terhadap pusat migran itu kemungkinan merupakan sebuah 'kejahatan perang'.
 
Baca juga: PBB: Serang Imigran, Milisi Libya Lakukan Kejahatan Perang.
 
"Serangan ini jelas bisa merupakan kejahatan perang, karena menewaskan orang-orang tak berdosa. Lebih mengejutkan lagi, kondisi yang memaksa mereka untuk berada di tempat perlindungan itu," kata utusan khusus PBB untuk Libya Ghassan Salame.
 
Kecaman juga datang dari Turki mengenai penyerangan ini. Kementerian Luar Negeri Turki menyatakan bahwa serangan itu adalah kejahatan terhadap kemanusiaan dan menyerukan penyelidikan internasional.
 
"Serangan yang merenggut nyawa puluhan orang tak bersalah, adalah kejahatan terhadap kemanusiaan," kata Kemenlu Turki.
 
Pihak Turki menegaskan bahwa Investigasi internasional harus segera diluncurkan untuk menemukan siapa yang bertanggung jawab.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif