Ilustrasi oleh Medcom.id.
Ilustrasi oleh Medcom.id.

Serangan Kilang Minyak Arab Saudi jadi Ancaman Pasokan Dunia

Internasional kilang minyak arab saudi pemberontak houthi
Fajar Nugraha • 15 Mei 2019 16:10
Riyadh: Arab Saudi bersuara keras terkait serangan terhadap dua tanker minyaknya dan saluran pipa utama. Menurut pemerintah setempat, serangan itu tidak hanya menargetkan keamanannya sendiri tetapi juga pasokan dunia.
 
Baca juga: Arab Saudi Tutup Pipa Minyak usai Diserang Houthi.
 
Serangan pesawat tak berawak yang diklaim oleh pemberontak Yaman menutup salah satu jaringan pipa minyak utama kerajaan pada Selasa 14 Mei. Insiden ini meningkatkan ketegangan di Negara Teluk setelah sabotase misterius empat kapal, dua di antaranya kapal tanker Saudi, tepat di luar Teluk Oman pada Minggu 13 Mei.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kabinet menegaskan bahwa tindakan terorisme dan sabotase ini, tidak hanya menargetkan kerajaan tetapi juga keamanan pasokan minyak dunia dan ekonomi global," pernyataan Pemerintah Arab Saudi, setelah pertemuan yang dipimpin oleh Raja Salman di kota Jeddah, Selasa malam.
 
Serangan pesawat tak berawak hari Selasa menghantam dua stasiun pompa di jalur pipa timur-barat kerajaan. “Jalur pipa tersebut dapat mengangkut lima juta barel minyak mentah per hari dan merupakan rute alternatif yang strategis untuk ekspor Arab Saudi jika jalur pengiriman dari Teluk Oman melalui Selat Hormuz ditutup,” demikian dilaporkan AFP, Rabu, 15 Mei 2019.
 
Pemberontak Houthi di Yaman mengaku bertanggung jawab atas serangan itu dan mengatakan mereka adalah respons terhadap ‘kejahatan’ yang dilakukan oleh Arab Saudi dan sekutunya selama lebih dari empat tahun perang untuk mendukung pemerintahan Presiden Yaman, Abd Rabbo Mansour Hadi.
 
Sementara kapal tanker Saudi Al-Marzoqah dan Amjad mengalami ‘kerusakan signifikan’ dalam serangan sabotase yang belum dijelaskan di Laut Oman di Uni Artab Emirates pada Minggu. Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih mengatakan, tidak ada korban atau tumpahan minyak.
 
Baik Arab Saudi maupun UEA, keduanya bukan sekutu dekat Amerika Serikat. Mereka belum memberikan perincian tentang sifat serangan itu, yang terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan saingan berat Arab Saudi yakni, Iran.
 
Baca juga: Imam Masjidil Haram Kecam Serangan terhadap Kilang Saudi.
 
Kabinet Arab Saudi menyerukan “siap melakukan konfrontasi atas entitas teroris yang melakukan tindakan sabotase seperti itu, termasuk milisi Houthi yang didukung Iran di Yaman."
 
Arab Saudi, pengekspor minyak terbesar di dunia, saat ini memompa sekitar 10 juta barel per hari dan sekitar tujuh juta barel per hari diekspor. Saat ini, sebagian besar ekspor Arab Saudi dimuat ke tanker di terminal di pantai Teluk kerajaan dan harus melewati Selat Hormuz.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif