Yang Mulia Ketua Dewan Pimpinan Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Syaikh Dr. Abdurrahman bin Abdul Aziz as-Sudais. (Foto: Antara/Widodo S. Jusuf)
Yang Mulia Ketua Dewan Pimpinan Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Syaikh Dr. Abdurrahman bin Abdul Aziz as-Sudais. (Foto: Antara/Widodo S. Jusuf)

Imam Masjidil Haram Kecam Serangan terhadap Kilang Saudi

Internasional konflik yaman arab saudi
Suryopratomo • 15 Mei 2019 09:56
Makkah: Ketua Dewan Pimpinan Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi menegaskan bahwa serangan ke area kilang minyak dan fasilitas umum adalah tindakan teror yang tidak dibenarkan dalam syariat Islam.
 
Pernyataan tersebut merujuk pada serangan pemberontak Houthi terhadap dua kilang minyak Arab Saudi pada Selasa 14 Mei pagi waktu setempat.
 
Yang Mulia Ketua Dewan Pimpinan Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Syaikh Dr. Abdurrahman bin Abdul Aziz as-Sudais mengecam keras serangan terhadap dua kilang minyak milik perusahaan Aramco di wilayah Dawadmi dan Afif Kota Riyadh.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, serangan keji dan aksi teror tersebut hanyalah upaya gagal untuk menggerogoti keamanan dan sumber daya Kerajaan Arab Saudi. Ia menyebut serangan yang dimotori kedengkian tersebut dilakukan oleh pihak-pihak tersesat dan menyimpang.
 
"Sesungguhnya aksi teror yang dilancarkan di bulan berkah ini, bulan kebaikan, puasa dan qiyamullail, bulan al-Qur’an dan kekhusyu’an, merupakan bukti nyata kesesatan manhaj para oknum ini," ujar as-Sudais, dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Rabu 15 Mei 2019.
 
"Mereka tak mempertimbangkan kesucian waktu, serta kehormatan hak dan maslahat sama sekali. Mereka tak memperhatikan agama Allah, tidak mengindahkan batasan Allah, melanggar perjanjian yang syar’i dan kesepakatan Negara yang mengecam tindakan jahat ini," lanjutnya.
 
As-Sudais juga mengungkapkan apresiasi tinggi terhadap para petugas keamanan yang bertindak cepat dan sigap dalam menjaga keamanan negeri dan segenap penduduk Arab Saudi. Para petugas keamanan dinilai berperan penting dalam memelihara maslahat agama dari serangan dari pihak manapun yang bermaksud mengacaukan keamanan dan stabilitas Arab Saudi.
 
Dua kilang minyak yang diserang Houthi memompa sekitar lima juta barel per harinya ke Pelabuhan Laut Merah.
 
"Perusahaan Saudi Aramco telah menutup sementara jaringan pipa untuk memeriksa kondisinya. Untuk saat ini, produksi minyak dan ekspor tidak terganggu," kata Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih.
 
Al-Falih mengatakan, aksi serangan terhadap kilang minyak masuk kategori terorisme. Menurutnya, serangan tersebut tidak hanya mengganggu Kerajaan Arab Saudi, tetapi juga keamanan pasokan minyak dunia dan ekonomi global.
 
Baca:Arab Saudi Tutup Pipa Minyak usai Diserang Houthi
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif