Puing pesawat Ukraina yang jatuh di Teheran, Iran. Foto: AFP
Puing pesawat Ukraina yang jatuh di Teheran, Iran. Foto: AFP

Dituduh Tembak Pesawat Ukraina, Iran Minta Informasi Kanada

Internasional kecelakaan pesawat as-iran politik kanada
Arpan Rahman • 10 Januari 2020 13:41
Teheran: Pesawat Ukraine International Airlines (UIA) Boeing 737-800 menuju Kiev jatuh pada 8 Januari hanya beberapa menit dalam penerbangannya. Semua 176 orang di dalamnya tewas, termasuk sembilan kru.
 
Iran telah meminta perusahaan Boeing mengirim perwakilan untuk bergabung dalam penyelidikan kecelakaan jet Ukraina di dekat Teheran. Pemerintah Iran juga minta Kanada untuk berbagi informasi tentang kecelakaan itu setelah pernyataan Perdana Menteri Justin Trudeau.
 
"(Iran) meminta Perdana Menteri Kanada dan pemerintah lain untuk berbagi informasi tentang insiden yang mereka miliki kepada komite yang bertugas menyelidiki insiden di Iran," kata Juru Bicara Kemenlu Iran Abbas Mousavi, dilansir dari Sputnik, Jumat, 10 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


PM Trudeau mengatakan pada hari sebelumnya bahwa ia memiliki informasi intelijen dari berbagai sumber bahwa jet Ukraina ditembak jatuh oleh rudal darat-ke-udara Iran.
 
Menlu Kanada Francois-Philippe Champagne mencatat bahwa tanggapan mitranya dari Iran ‘terbuka dan membesarkan hati’. Dia mengatakan bahwa mereka akan melihat apakah visa ke negara itu akan benar-benar dikeluarkan, merujuk pada pernyataan oleh Iran yang menandakan mereka akan mengizinkan pejabat Kanada akses ke lokasi kecelakaan.
 
“Teheran sebelumnya mengindikasikan akan menyimpan kotak hitam di Iran tetapi terbuka untuk mengizinkan pejabat konsuler Kanada ke negara itu guna membantu keluarga para korban,” kata Trudeau.
 
Pihak Kemenlu Iran juga menyambut baik kemungkinan partisipasi para ahli dari negara-negara yang warganya tewas dalam kecelakaan pesawat buat menyelidiki insiden itu.
 
"Kami menyambut partisipasi negara-negara lain, yang warganya meninggal dalam insiden tragis ini, dalam penyelidikan,” Juru Bicara Pemerintah Iran Ali Rabiei mengatakan dalam sebuah pernyataan yang diposting di saluran Telegram pemerintah.
 
Kepala Otoritas Penerbangan Sipil Iran, bagaimanapun, membantah kembali semua tuduhan bahwa Boeing 737-800 ditembak jatuh oleh rudal anti-pesawat Iran, saat berbicara di udara di IRIB TV2. Dia juga menanggapi rumor tentang ‘puing-puing roket’ yang ditemukan di lokasi kecelakaan. Dikatakannya itu palsu dan bahwa media sosial tampaknya berusaha mengembangkan rumor ini.
 
Rabiei katakan, laporan mengenai sebuah rudal yang mengenai pesawat Ukraina adalah tindakan ‘perang psikologis’ terhadap Teheran dan meminta Amerika Serikat untuk tidak menyebarkan informasi palsu tentang insiden tersebut.
 
Sebelumnya, dua pejabat AS yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada kantor berita AS bahwa Boeing 737-800 penerbangan PS752 Ukraina ‘sangat mungkin’ dijatuhkan oleh rudal antipesawat Iran.
 
Jet Ukraina mengalami kecelakaan pada Rabu pagi dini hanya beberapa menit setelah lepas landas dari Bandara Internasional Teheran. Sebanyak 167 penumpang dan sembilan anggota awak tewas dalam insiden itu.
 
Sebagian besar dari mereka adalah warga Iran dan Kanada (masing-masing 82 dan 63), serta 10 orang Swedia, empat orang Afghanistan, tiga orang Jerman, dan tiga warga negara Inggris. Pesawat itu menuju ke Kiev ketika kecelakaan terjadi dan sekitar 100 penumpang ternyata melakukan transit di Ukraina sebelum menuju ke tujuan akhir di Kanada.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif