Ilustrasi. Pexels
Ilustrasi. Pexels

Dampak Buruk Resesi Seks di Negara Maju, Ternyata Ini Biang Keroknya

Adri Prima • 06 Oktober 2021 09:10
Jakarta: Dunia kini tengah dihantui fenomena resesi seks dalam beberapa tahun terakhir. Fenomena terjadi justru di negara-negara maju seperti Jepang, Korea Selatan, Singapura, serta Tiongkok.
 
Resesi bermakna kemerosotan. Dengan demikian resesi seks sendiri bisa diartikan sebagai fenomena menurunnya hasrat pasangan untuk melakukan hubungan seksual, menikah, dan punya anak.
 
Tak hanya itu, resesi seks berdampak pada penurunan jumlah populasi secara drastis. Lalu apa saja penyebab munculnya fenomena resesi seks ini?

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mengutip beberapa jurnal ilmiah, beberapa faktor yang melatarbelakangi fenomena resesi seks antara lain pandemi Covid-19, climate change, hingga ketergantungan pada Smartphone dan gadget.
 
Keterbukaan informasi membuat beragam gagasan sangat mudah diakses. Seseorang juga dengan mudah dapat terkontaminasi dan terpengaruh pada teori-teori dan gagasan baru hanya karena ketertarikan dan rasa ingin tahu. Pada akhirnya, hal tersebut secara tidak langsung mempengaruhi seseorang dalam mengambil keputusan. 
 
Baca juga: Deretan Negara yang Warganya Ogah Kawin, Alhamdulillah Indonesia Tak Masuk Daftar
 
Selain itu, di beberapa negara seperti Tiongkok dan Singapura misalnya, pasangan muda yang telah menikah pun memilih untuk menunda atau tidak memiliki anak karena alasan tingginya biaya merawat anak. 
 
Gagasan ini semakin meluas karena faktor pandemi yang memang memukul perekonomian. Di sisi lain pandemi Covid-19 juga menjadi faktor yang menggagalkan rencana banyak pasangan muda untuk menikah. 
 
Halaman Selanjutnya
Lain halnya di Korea Selatan,…
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif