Maskapai Qatar Airways terkena dampak pemutusan hubungan diplomatik Qatar dengan negara tetangga (Foto: AFP).
Maskapai Qatar Airways terkena dampak pemutusan hubungan diplomatik Qatar dengan negara tetangga (Foto: AFP).

Peretasan Kantor Berita Picu Krisis Qatar dengan Negara Tetangga

Fajar Nugraha • 08 Juni 2017 15:45
medcom.id, Doha: Penyelidik Qatar mengatakan, serangan siber yang menyebarkan publikasi berita palsu Mei lalu, memicu terjadinya krisis dengan negara tetangga di Teluk. Serangan ini sudah dipersiapkan sejak April.
 
Dalam laporan awal yang dikeluarkan pada Rabu 7 Juni, penyelidik tidak menyebutkan siapa pelaku peretasan ini. Namun pihak Qatar memastikan Inggris dan Amerika Serikat (AS) membantu penyelidikan tersebut.
 
 
Berita palsu itu menyebutkan bahwa Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad Al-Thani memberikan dukungan kepada kelompok teroris. Termasuk hubungan dengan Israel, Iran dan kelompok Hamas.
 
Hal tersebut yang menjadi alasan bagi Arab Saudi serta sekutunya untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar. Termasuk juga melakukan blokade ekonomi terhadap Qatar.
 
"Tim penyelidik mengonfirmasi bahwa peretasan dilakukan dengan menggunakan teknologi inovatif, dengan melakukan celah di situs Qatar News Agency," laporan tersebut, seperti dikutip AFP, Kamis 8 Juni 2017.
 
"Selain itu tim penyelidik juga menemukan bahwa data peretasan sudah dipersiapkan April lalu. Kemudian tereksploitasi publikasi berita palsu pada 24 Mei 2017 pukul 12.13 siang," lanjut laporan ini.

Peretasan Kantor Berita Picu Krisis Qatar dengan Negara Tetangga
 
 
CNN pada Selasa 6 Juni meyakini bahwa peretas dari Rusia berada di balik publikasi berita palsu tersebut. Namun pada Rabu 7 Juni, Rusia membantah tuduhan yang diarahkan kepada mereka.
 
"Ini klaim tak berdasar. Seperti biasa, tidak ada bukti," pungkas penasihat keamanan siber Istana Kremlin, Andrei Krutskikh.
 
Mengenai kasus peretasan ini, Qatar berniat untuk mengambil langkah hukum terhadap mereka yang dianggap bertanggung jawab.
 
 
Arab Saudi bersama Uni Emirat Arab, Bahrain, Yaman, Maladewa, Mesir, Libya dan Mauritius memutuskan hubungan dengan Qatar. Mereka menuduh Qatar mendukung gerakan terorisme dan radikalisme yang bisa menimbulkan ketidakstabilan di kawasan.
 
Namun Qatar membantah tuduhan ini. Pihak Kementerian Luar Negeri Qatar menilai tuduhan dilontarkan untuk menjatuhkan citra pemerintah Qatar di dunia internasional.
 
 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id
(FJR)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan