medcom.id, Doha: Uni Emirat Arab (UEA) menjadi satu dari delapan negara yang memutus hubungan dengan Qatar. UEA menegaskan pihaknya tidak ada maksud berupaya mengganti rezim di Qatar.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Negara Urusan Luar Negeri UEA Anwar Gargash. Menurut Gargash, alasannya jelas, karena Qatar menjadi pendukung ekstremisme dan terorisme di kawasan.
"Kami (bersama Arab Saudi, Bahrain, Yaman, Maladewa, Mesir, Libya dan Mauritius) sudah mencapai titik, di mana mencoba meyakinkan Qatar untuk mengubah haluannya," ujar Gargash, seperti dikutip AFP, Rabu 7 Juni 2017.
"Ini bukan tentang mengenai perubahan rezim. Ini mengenai perubahan kebijakan dan pendekatan," imbuhnya.
.jpg)
.jpg)
Negara-negara Arab yang memutuskan hubungan dengan Qatar menuduh negara kecil itu mendukung gerakan teroris dengan kelompok radikal. Qatar dituduh mendukung ISIS dan Al Qaeda serta disudutkan karena hubungannya dengan Iran.
Qatar sendiri membantah tuduhan yang diarahkan kepada mereka. Mereka melihat hal ini tidak lebih sebagai kebohongan besar untuk merusak citra Qatar.
Arab Saudi dan Uni Emirat Arab sebelumnya bersedia untuk menormalisasi hubungan asalkan Qatar memenuhi syarat. Syarat tersebut berarti mengharuskan Qatar memutuskan hubungan dengan kelompok seperti Ikhwanul Muslimin dan Hamas.
Gargash menambahkan, krisis ini merupakan hasil dari akumulasi sikap subversif politik Qatar yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Untuk itu, Qatar harus berubah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id