Presiden Zimbabwe Robert Mugabe akan dihadapkan pada protes dari warga (Foto: AFP).
Presiden Zimbabwe Robert Mugabe akan dihadapkan pada protes dari warga (Foto: AFP).

Puluhan Ribu Rakyat Zimbabwe akan Berdemo Tuntut Mugabe Mundur

Marcheilla Ariesta • 18 November 2017 11:50
Harare: Puluhan ribu masyarakat Zimbabwe diperkirakan akan turun ke jalan untuk menuntut pengunduran diri Presiden Robert Mugabe. Disebutkan demo kali ini sebagai langkah agar sang presiden mau turun tahta setelah berkuasa selama kurang lebih empat dekade.
 
(Baca: Negosiasi dengan Militer, Presiden Zimbabwe Menolak Mundur).
 
Demo tersebut akan dilakukan oleh asosiasi yang mewakili veteran perang pembebasan koloni Inggris. Salah seorang pemimpin veteran Zimbabwe, pada Jumat kemarin mengatakan bahwa Mugabe sudah tidak diizinkan berkuasa.

"Antara sekarang dan besok, kami akan memberikan peringatan nyata kepada Mugabe, istrinya dan siapa saja yang ingin dikaitkan dengannya, bahwa permainan mereka sudah selesai," ujar Chris Mutsvangwa, seperti dilansir dari laman The Guardian, Sabtu, 18 November 2017.
 
Mutsvangwa mendesak para warga Zimbabwe untuk ikut meramaikan protes, menentang penindasan yang dilakukan rezim Mugabe.
 
"Kami meminta semua orang Zimbabwe datang untuk aksi terbesar yang dilakukan masyarakat Zimbabwe. Dengan ini, kita bisa menyelesaikan pekerjaan yang telah dimulai militer," serunya.
 
Partai oposisi utama, Gerakan untuk Perubahan Demokratik, mengatakan bahwa pengambilalihan militer beresonansi dengan sentimen publik nasional. "Dan fakta tidak bisa diubah lagi," imbuh mereka.
 
Dumiso Dabengwa, mantan menteri dalam negeri dan veteran perang pembebasan, mengatakan bahwa dia mengucapkan selamat kepada militer Zimbabwe atas inisiatif yang mereka ambil untuk menghalangi kenaikan istri sang presiden, Grace Mugabe.
 
"Sembilan puluh sembilan persen orang menginginkan Mugabe pergi. Dia tidak lagi bertanggung jawab, Grace yang bertanggung jawab. Dan masyarakat Zimbabwe tidak dapat melipat tangan mereka, membiarkan karakter buruk itu menjadi pemimpin. Dia harus dihentikan," seru sang mantan menteri, di Johannesburg, Afrika Selatan.
 
Suara tembakan terdengar di kediaman pribadi miliki Presiden Zimbabwe Robert Mugabe di Harare. Hal itu dilaporkan pada Rabu 15 November pagi waktu setempat.
 
"Dari dalam rumahnya, kami mendengar sekitar 30 hingga 40 suara tembakan. Kejadian berlangsung antara tiga hingga empat menit setelah pukul 2.00 pagi," ujar seorang saksi.
 
(Baca: Presiden Afsel Sebut Presiden Zimbabwe Dijadikan Tahanan Rumah).
 
Kondisi ini makin mempertanyakan mengenai kelangsungan kekuasaan dari Mugabe. Dalam beberapa waktu terakhir, pemimpin berusia 93 tahun itu berupaya keras untuk mempertahankan kekuasaannya.
 
Sebelumnya, Panglima Tentara Nasional Zimbabwe, Jenderal Constantine Chiwenga, mengecam suksesi di Front Uni Nasional Zimbabwe Patriotik-Afrika (Zimbabwe African National Union-Patriotic Front/ZANU–PF). 
 


 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FJR)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan