Presiden Zimbabwe Robert Mugabe menolak mundur dari jabatannya (Foto: AFP).
Presiden Zimbabwe Robert Mugabe menolak mundur dari jabatannya (Foto: AFP).

Negosiasi dengan Militer, Presiden Zimbabwe Menolak Mundur

Fajar Nugraha • 17 November 2017 11:42
Harare: Presiden Zimbabwe Robert Mugabe menolak untuk mundur dari jabatannya. Meskipun sudah melakukan pertemuan dengan pihak militer, presiden tertua di dunia itu bersikeras mempertahankan kekuasaannya.
 
(Baca: Situasi Tak Jelas, Tank Penuhi Ibu Kota Zimbabwe).
 
Pertemuan pada Kamis 16 November 2017 di Harare itu berlangsung antara Mugabe dengan para jenderal yang sudah memegang kendali dari negara. Mugabe sendiri dikabarkan dijadikan tahanan rumah oleh pihak militer.

"Mereka sudah melakukan pertemuan dan dia (Mugabe) menolak untuk mundur. Saya kira Mugabe mencoba mengulur waktu," ujar seorang sumber dari pihak militer yang menolak disebutkan namanya, seperti dikutip AFP, Jumat 17 November 2017.
 
Iring-iringan kendaraan Mugabe mengantarnya dari kediaman pribadi ke kediaman negara untuk dilakukan pembicaraan dari utusan organisasi Southern African Development Community (SADC).
 
(Baca: Presiden Afsel Sebut Presiden Zimbabwe Dijadikan Tahanan Rumah).
 
Televisi pemerintah memperlihatkan Mugabe berdiri bersama dengan petinggi militer Jenderal Constantino Chiwenga. 
 
Meskipun Mugabe menolak untuk mundur, perhatian kini tertuju kepada figur yang bisa memegang peranan di pemerintahan transisi. Zimbabwe sendiri terkejut dengan intervensi militer terhadap Mugabe yang sudah berkuasa sejak 1980.
 
Kondisi genting
 
Mantan Perdana Menteri Zimbabwe, Morgan Tsvangirai mendesak agar Mugabe segera mundur demi kepentingan rakyat.
 
"Sebuah mekanisme transisi diperlukan untuk menjaga stabilitas," tutur Tsvangirai.
 
Sementara mantan Menteri Keuangan Zimbabwe Tendai Biti menggambarkan bahwa saat ini merupakan kondisi genting bagi Zimbabwe. 
 
"Langkah harus diambil untuk mempertahankan stabilitas. Restorasi harus memerlukan peta jalan dan memberikan solusi untuk keluar dari situasi saat ini," tegas Biti.
 
Banyak hal yang mendorong pergantian kekuasaan di Zimbabwe. Beberapa isu seperti usia lanjut, kesehatan yang memburuk dari Mugabe menjadi perhatian utama. 
 
Perebutan kekuasaan antara istri Mugabe yakni, Grace dan mantan Wakil Presiden Emmerson Mnangagwa menjadi pemicu kekisruhan politik saat ini. Mnangagwa sebelumnya dikenal sebagai sosok yang loyal dari Mugabe dan sudah bersamanya selama beberapa dekade terakhir.
 
Namun Mnangagwa terbang ke Afrika Selatan setelah pemecatannya. Di Afrika Selatan, politikus berusia 75 tahun itu merilis kebobrokan kepemimpinan Mugabe dan ambisi dari Grace yang ingin menjadi Presiden Zimbabwe.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FJR)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan