Amerika Serikat sudah mengirimkan kapal perangnya ke Teluk Persia. (Foto: AFP).
Amerika Serikat sudah mengirimkan kapal perangnya ke Teluk Persia. (Foto: AFP).

PM Irak: Menjadi Mediator AS-Iran adalah Tugas Nasional

Internasional irak as-iran
Arpan Rahman • 23 Mei 2019 19:26
Baghdad: Irak mengatakan akan mengirim delegasi ke Washington dan Teheran untuk mengurangi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.
 
"Kami akan mengirimkan delegasi dalam beberapa hari mendatang ke beberapa ibu kota dari negara-negara yang terlibat, terutama Teheran dan Washington, guna mendorong de-eskalasi dan mencapai kesepakatan, karena semua pihak mengatakan mereka tidak menginginkan perang," Perdana Menteri Irak Adel Abdul Mahdi mengatakan pada Selasa, Rudaw melaporkan, dikutip dari laman UPI, Kamis 23 Mei 2019.
 
Baca juga: Hadapi Iran, AS Kirim 5.000 Tentara ke Timur Tengah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketegangan antara AS dan Iran meningkat sejak Presiden Donald Trump membatalkan keringanan sementara yang mengizinkan sejumlah negara, termasuk Irak, Turki, Jepang, dan Tiongkok membeli minyak Iran tanpa melanggar sanksi AS.
 
Sebagai tanggapan, Presiden Iran Hassan Rouhani menyatakan 8 Mei bahwa negaranya sementara akan berhenti mematuhi perjanjian nuklir penting yang ditandatangani pada 2015 jika tidak dikompensasi dengan program keringanan yang dibatalkan. Trump sepenuhnya menarik diri dari perjanjian nuklir multi-negara tahun lalu, sembari mengatakan itu "pada intinya rusak."
 
Pada Selasa, lembaga penelitian AS mengenai kebijakan Timur Tengah, The Washington Institute, mengatakan sudah delapan ‘serangan proksi Iran’ terhadap personel AS termasuk militer dan diplomat di bawah pemerintahan Trump.
 
Agresi terbaru terjadi pada 19 Mei ketika para anggota milisi Syiah Irak menembakkan roket ke Zona Internasional Baghdad, mendarat setengah mil jauhnya dari kedutaan AS.
 
Sebagai sekutu dekat bagi AS dan Iran, Irak harus memainkan peran menjadi mediator, terutama karena tidak ada negara lain yang akan lebih besar dipengaruhi oleh konflik antara kedua negara, kata Abdul Mahdi.
 
"Ini adalah tugas nasional kita. Ini adalah tanggung jawab kita dalam membela, melindungi, Irak dan rakyatnya,” kata Abdul Mahdi.
 
Baca juga: Diancam Iran, AS Kirim Armada Tambahan ke Timur Tengah.
 
Pengumuman itu dikeluarkan dua pekan setelah Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo melakukan kunjungan mendadak ke Irak buat bertemu para pemimpin dalam menanggapi Iran "meningkatkan aktivitas mereka," katanya.
 
Abdul Mahdi berkata ada yang ingin mengobarkan situasi, tetapi Irak bukan salah satu dari pihak tersebut.
 
"Di sisi kami, kami belum melihat ada partai Irak dalam proses politik yang ingin mendorong segala sesuatu ke arah krisis atau ekstremitas, kecuali perilaku individu," katanya.
 
"Kami tidak menemukan partai Irak di dalam proses politik yang ingin mendorong hal-hal ke arah perang," pungkasnya.
 

(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif