Anak-anak di Suriah harus mengungsi akibat konflik di negaranya. (Foto: AFP).
Anak-anak di Suriah harus mengungsi akibat konflik di negaranya. (Foto: AFP).

Lebih 2.500 Anak-anak Asing Hidup di Penampungan Suriah

Internasional isis konflik suriah
Arpan Rahman • 22 Februari 2019 06:24
Damaskus: Lebih dari 2.500 anak-anak yang berasal dari lebih 30 negara hidup di tiga kamp bagi orang-orang terlantar di wilayah timur laut Suriah, menurut Save the Children.
 
Badan amal itu mengungkapkan angka tersebut ketika membuktikan ihwal militan Islamic State (ISIS) Shamima Begum, yang tinggal di kamp, agar diizinkan kembali ke Inggris.
 
Begum, 19, yang meninggalkan rumahnya di London guna bergabung dengan ISIS sebagai siswa berusia 15 tahun, dicabut kewarganegaraan Inggrisnya setelah dia minta pulang dengan bayinya yang baru lahir.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga: Kewarganegaraan WN Inggris Dicabut Usai Gabung ISIS.
 
Save the Children mengatakan 2.500 remaja, "dari keluarga yang memiliki hubungan nyata atau terhubung dengan ISIS", terpisah dari populasi lainnya di sejumlah kamp. Keterkuclan itu menghalangi akses mereka pada bantuan dan layanan.
 
Sebagian besar tinggal bersama ibu mereka. Sementara anak-anak yang tanpa keluarga bersama pengasuh sementara, kata badan amal tersebut. Dalam beberapa kasus, gadis-gadis asing direkrut oleh ISIS sebagai anak-anak kini sudah menjadi ibu.
 
Anak-anak di kamp menghadapi risiko yang mengancam jiwa, menurut pekerja bantuan. Kirsty McNeill, dari Save the Children Inggris, berkata: "Semua anak yang berasosiasi dan aktual dengan ISIS adalah korban dari konflik dan harus diperlakukan seperti itu."
 
"Kami percaya bahwa kepentingan terbaik anak adalah yang terpenting dan ini berarti seorang anak dan ibu harus tetap bersama bila memungkinkan," lanjutnya, seperti dinukil dari laman Independent, Jumat 22 Februari 2019.
 
"Shamima Begum diradikalisasi sejak kecil. Dia sekarang di kamp dengan bayinya, dikelilingi oleh mantan anggota ISIS. Sangat penting bagi kita untuk membawanya kembali ke Inggris dan tempat yang aman demi memahami lebih lengkap apa yang telah terjadi padanya," sambungnya.
 
Baca juga: Kekecewaan Perempuan Inggris saat Kewarganegaraannya Dicabut.
 
Ketika wilayah yang dikuasai ISIS menyusut, warga sipil lantas pergi. Lebih dari 20.000 orang melarikan diri selama sebulan terakhir, menurut seorang pejabat.
 
Sejak Januari, 560 keluarga asing, dengan lebih dari 1.100 anak-anak, sudah memasuki kamp bersama ribuan keluarga Suriah.
 
Wilayah kekhilafahan ISIS yang menyusut telah berada di bawah pengeboman hebat dan terputus dari pasokan makanan sejak Desember. Para pelarian ISIS mengatakan belum makan berhari-hari ketika mereka sampai di tempat penampungan.
 
Komite Penyelamatan Internasional mengatakan 62 orang meninggal dalam perjalanan lantaran hipotermia, kelaparan, dan penyakit. Lima puluh dari mereka adalah anak-anak, kebanyakan di bawah usia satu tahun.
 
Save the Children menyerukan kepada berbagai negara untuk memulangkan keluarga mantan ISIS dengan anak-anak mereka.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif